- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Bupati Rijanto Apresiasi Peningkatan Layanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Dengan Diresmikanya Gedung Graha Pandawa dan Masjid Baitusy Syifa

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Rijanto meresmikan pengoperasian gedung rawat inap lantai delapan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, pada Senin (21/04/25)
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam memenuhi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Blitar, Bupati Blitar Rijanto meresmikan pengoperasian gedung rawat inap lantai delapan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, pada Senin (21/04/25) bertepatan dengan peringatan hari Kartini.
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi secara bertahap dan berkelanjutan telah menunjukan perkembangan pelayanan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, peresmian Gedung Rawat Inap 8 Lantai diberi nama Graha Pandawa. Rijanto pada saa itu juga meresmikan Masjid Baitusy Syifa’ Peresmian dua fasilitas mencerminkan sinergi antara peningkatan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien serta tenaga kesehatan.
Prosesi peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M., yang menandai pembukaan resmi dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, DPRD Kabupaten Blitar, serta sejumlah tokoh dan pimpinan daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik

“Hari ini adalah babak baru bagi RSUD Ngudi Waluyo. Gedung Graha Pandawa dibangun untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih modern, nyaman, dan representatif. Ini bukan hanya soal gedung bertingkat delapan, tapi tentang tekad kita dalam melayani masyarakat dengan lebih baik,” ungkap Rijant
Dikatan pula oleh Bupatu, Gedung Graha Pandawa kusus dirancang dengan konsep pelayanan pasien yang terintegrasi, dilengkapi dengan fasilitas penunjang pemulihan dan ruang rawat yang nyaman. Gedung ini diharapkan mampu merespons tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Tak hanya menyoal aspek fisik, RSUD juga memperlihatkan perhatian pada dimensi spiritual dengan meresmikan Masjid Baitusy Syifa’. Bupati Rijanto menilai keberadaan masjid di lingkungan rumah sakit sangat penting untuk menunjang ketenangan batin bagi pasien maupun tenaga medis.
“Masjid ini adalah ruang untuk berdoa dan memperkuat keimanan. Di tengah proses pengobatan, unsur spiritual sering kali menjadi kekuatan utama bagi pasien dan keluarganya,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS, mengungkapkan bahwa pembangunan dua fasilitas tersebut merupakan bukti nyata kesungguhan rumah sakit dalam memberikan layanan yang menyeluruh.
“Total anggaran pembangunan Graha Pandawa mencapai Rp75 miliar, berasal dari dana BLUD. Sedangkan Masjid Baitusy Syifa’ dibangun dari swadaya para karyawan sebesar Rp592.725.000. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi menjadi fondasi rumah sakit kami,” jelas dr. Endah.
Ia menambahkan bahwa RSUD Ngudi Waluyo ingin menjadi tempat yang bukan hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga memulihkan jiwa. “Kami berkomitmen menjadikan rumah sakit ini sebagai tempat yang ramah, manusiawi, dan memberi harapan bagi setiap pasien. Bukan hanya rumah sakit, tapi rumah pemulihan,” pungkasnya. ** (adv/za)

















