- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
Bupati Blitar Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Banggle Kanigoro, ini Harapannya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Banggle Kanigoro
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Serangkaian acara kunjungan kerja ke wilayah, Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah melihat dari dekat program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ) di Desa Banggle Kecamatan Kanigoro. Pada kunjungan Bupati Selasa (11/10/22) di Desa Banggle Bupati meninjau kondisi rumah yang baru selesai dibangun di Dusun Semanding didampingi Kepala Dinas Perkim Adi Andaka dan segenap anggota Muspika Kanigoro serta Kepala Desa Banggle Drs. Nurhuda.

Kepala Dinas Permukiman Adi Andaka menyebutkan program bantuan untuk bedah rumah ini bersumber dari Dana Alokasi Kusus sebesar 20 juta dan sharing anggaran APBD sebesar Rp15 juta sehingga total bantuan per unit sebesar 35 juta rupiah.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
"Khusus untuk Kecamatan Kanigoro ada 44 rumah tidak layak huni yang direhab total, yaitu Desa Banggle dan Sawentar .Masing - masing 22 unit, ketentuan rumah tidak layak huni yang bisa mendapat bantuan adalah yang lahannya itu atas nama sendiri, atau tanah milik sendiri , tidak numpang karang, itu syarat mutlak dari Kementrian," ujar Adi Andaka.
Bupati Blitar kepada wartawan usai peninjauan lokasi di rumah milik Sri Katini warga RT.2/RW 9 Semanding desa Banggle, mengatakan, rumah adalah sebuah bangunan harus yang benar - benar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan untuk ditinggali, untuk itu Bupati ingin memastikan rumah - rumah warga Kabupaten Blitar semua termasuk layak huni.
"Kami ingin memastikan bahwa rumah tinggal masyarakat Kabupaten Blitar secara bertahap sudah layak huni, rumah yang konstruksinya kokoh akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya," ungkap Rini Syarifah.

Dikatakan lebih lanjut oleh Rini Syarifah, keberadaan rumah warga di Kabupaten Blitar harus betul - betul dipantau keberadaanya, termasuk jaminan sosialnya, sinergitas dengan semua pihak senantiasa diharapkan untuk memberikan kelayakan jaminan hidup seluruh masyarakat kurang mampu di Kabupaten Blitar.
"Kami bersama stakeholder akan selalu berkoordinasi untuk memantau perkembangan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Blitar, agar memiliki rumah hunian yang layak, sehat dan kesejahteraannya terjamin," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Blitar juga menyerahkan bantuan santunan jaminan kematian dari BPJS Kepada ahli waris almarhum Luqmanudin, bantuan sebesar 84 juta rupiah. " Saya berharap bantuan ini bisa meringankan beban keluarga, semoga bermanfaat," imbuh Bupati.
Dilain sisi dari tim pendampingan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Kecamatan Kanigoro Tendy Puspitasari didampingi To'at Mashudi menyebut untuk Desa
Banggle ada 22 warga yang menerima Bantuan Stimulan Rumah Swadaya.
"Rumah ini dikerjakan selama dua bulan masing - masing meliputi dusun Semanding 7 unit, dusun Gondoroso 1 unit, Dusun Koripan 5 unit Dusun Banggle 5 unit dan Dusun pakel 5 unit, total anggaran 35 juta, 32 juta 500 ribu rupiah untuk meterial dan untuk ongkos tukang 2 juta 500 ribu rupiah, alhamdulillah berjalan lancar,"pungkasnya. (za/mp)















