- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
Bupati Blitar Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Banggle Kanigoro, ini Harapannya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Banggle Kanigoro
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Serangkaian acara kunjungan kerja ke wilayah, Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah melihat dari dekat program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ) di Desa Banggle Kecamatan Kanigoro. Pada kunjungan Bupati Selasa (11/10/22) di Desa Banggle Bupati meninjau kondisi rumah yang baru selesai dibangun di Dusun Semanding didampingi Kepala Dinas Perkim Adi Andaka dan segenap anggota Muspika Kanigoro serta Kepala Desa Banggle Drs. Nurhuda.

Kepala Dinas Permukiman Adi Andaka menyebutkan program bantuan untuk bedah rumah ini bersumber dari Dana Alokasi Kusus sebesar 20 juta dan sharing anggaran APBD sebesar Rp15 juta sehingga total bantuan per unit sebesar 35 juta rupiah.
Baca Lainnya :
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
"Khusus untuk Kecamatan Kanigoro ada 44 rumah tidak layak huni yang direhab total, yaitu Desa Banggle dan Sawentar .Masing - masing 22 unit, ketentuan rumah tidak layak huni yang bisa mendapat bantuan adalah yang lahannya itu atas nama sendiri, atau tanah milik sendiri , tidak numpang karang, itu syarat mutlak dari Kementrian," ujar Adi Andaka.
Bupati Blitar kepada wartawan usai peninjauan lokasi di rumah milik Sri Katini warga RT.2/RW 9 Semanding desa Banggle, mengatakan, rumah adalah sebuah bangunan harus yang benar - benar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan untuk ditinggali, untuk itu Bupati ingin memastikan rumah - rumah warga Kabupaten Blitar semua termasuk layak huni.
"Kami ingin memastikan bahwa rumah tinggal masyarakat Kabupaten Blitar secara bertahap sudah layak huni, rumah yang konstruksinya kokoh akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya," ungkap Rini Syarifah.

Dikatakan lebih lanjut oleh Rini Syarifah, keberadaan rumah warga di Kabupaten Blitar harus betul - betul dipantau keberadaanya, termasuk jaminan sosialnya, sinergitas dengan semua pihak senantiasa diharapkan untuk memberikan kelayakan jaminan hidup seluruh masyarakat kurang mampu di Kabupaten Blitar.
"Kami bersama stakeholder akan selalu berkoordinasi untuk memantau perkembangan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Blitar, agar memiliki rumah hunian yang layak, sehat dan kesejahteraannya terjamin," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Blitar juga menyerahkan bantuan santunan jaminan kematian dari BPJS Kepada ahli waris almarhum Luqmanudin, bantuan sebesar 84 juta rupiah. " Saya berharap bantuan ini bisa meringankan beban keluarga, semoga bermanfaat," imbuh Bupati.
Dilain sisi dari tim pendampingan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Kecamatan Kanigoro Tendy Puspitasari didampingi To'at Mashudi menyebut untuk Desa
Banggle ada 22 warga yang menerima Bantuan Stimulan Rumah Swadaya.
"Rumah ini dikerjakan selama dua bulan masing - masing meliputi dusun Semanding 7 unit, dusun Gondoroso 1 unit, Dusun Koripan 5 unit Dusun Banggle 5 unit dan Dusun pakel 5 unit, total anggaran 35 juta, 32 juta 500 ribu rupiah untuk meterial dan untuk ongkos tukang 2 juta 500 ribu rupiah, alhamdulillah berjalan lancar,"pungkasnya. (za/mp)
















