Breaking News
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
BPH Migas Cek Kecukupan dan Kelancaran Distribusi Gas Industri di PT TGI Batam

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI) di wilayah Regional Office IV – Batam hingga batas perairan Negara Singapura tepatnya di Stasiun Pemping dan Stasiun Panaran (19/5) untuk mengecek kecukupan dan kelancaran penyaluran distribusi gas industri di wilayah Batam, Kepulauan Riau dan Singapura. “Dengan kunjungan lapangan ini, kami bisa melihat proses bisnis penyaluran gas bumi untuk pemenuhan kebutuhan industri di Batam, Kepulauan Riau juga Singapura. Serta menginventarisir kendala-kendala yang terjadi di lapangan, sehingga pelayanan kepada stakeholder tetap optimal,” ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati dalam rilisnya, Sabtu (21/5/2022). Lebih lanjut Direktur Pengembangan Usaha PT TGI menjelaskan pengangkutan gas melalui pipa TGI pada ruas Grissik – Singapura ini adalah untuk kebutuhan kelistrikan, industri dan jaringan gas rumah tangga di area Musi Banyuasin dan Batam hingga negara Singapura dengan total volume terkontrak sebesar 345 mmscfd untuk pengangkutan gas di tahun 2022 dari kapasitas pipa 465 mmscfd. Sedangkan untuk melayani Shippers/ Pelanggan di area Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah untuk kebutuhan lifting minyak, kelistrikan, industri, dan jaringan gas rumah tangga , gas diangkut melalui pipa TGI pada ruas Grissik - Duri dengan total volume terkontrak sebesar 319 mmscfd untuk pengangkutan gas tahun 2022 dari kapasitas pipa 427 mmscfd. “Sebagaimana Ibu dan Bapak lihat langsung di lapangan, kami terus berupaya menjadi prudent pipeline operator, mengoperasikan dan memelihara pipa dan fasilitas kami penuh kehati-hatian dengan memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku. Dalam 20 tahun ini, kepuasan pelanggan dan kepercayaan para Pemangku Kepentingan kepada TGI adalah hal yang utama sejalan dengan misi Perusahaan”, papar Direktur Utama PT TGI. Disampaikan juga tantangan yang dihadapi yaitu kelanjutan pengangkutan gas ke Singapura melalui ruas pipa Grissik-Singapura yang akan habis kontraknya tahun depan. Diperlukan koordinasi bersama Kementerian ESDM dan instansi terkait, untuk dapat menghasilkan kebijakan pemerintah yang tepat baik untuk memenuhi kebutuhan gas domestik maupun optimalisasi pendapatan Negara dari kelanjutan pengangkutan gas ke Singapura melalui pipa TGI. “Kita harus segera berkonsolidasi baik dengan Kementerian ESDM maupun SKK Migas untuk kontrak - kontrak yang berakhir 2023, agar kebutuhan gas baik industri, kelistrikan, maupun masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Erika. Kunjungan lapangan serta sharring session BPH Migas dan PT TGI dihadiri oleh Kepala BPH Migas, Komite BPH Migas (Abdul Halim, Basuki Trikora Putra, Eman Salman Arif, Iwan Prasetya Adhi, Harya Adityawarman, Saleh Abdurrahman, Wahyudi Anas dan Yapit Sapta Putra), Direktur Gas Bumi (Sentot Harijadi) dan diterima oleh Direktur Utama PT TGI Direktur Pengembangan Usaha PT TGI serta Direktur Keuangan dan Administrasi PT TGI.

















