- Tekan Blank Spot Internet, Diskominfosandi Barito Utara Perluas Program LINDA BATARA
- Wabup FelixTekankan Arah Pembangunan Daerah Pada Musrenbang Gunung Purei
- Dari Musrenbang Teweh Timur, Komitmen PKK Menguatkan Peran Keluarga
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Dan Komduk Patroli Malam, Warga Merasa Nyaman
- Ada Permainan Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Jelang HBKN? Laporkan ke Hotline Satgas Saber
- Sekjen ATR/BPN Pastikan Perencanaan Anggaran Tahun 2026 Matang Sejak Awal
- Sosialisasikan Permen ATR/Kepala BPN 1/2026, Sekjen: Terapkan secara Terstruktur dan Menyeluruh
- Dari Rotan hingga Kuliner, TP PKK Barito Utara Dorong Produktivitas Warga Teweh Timur
- Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan
- PRSI dan Fakultas Teknik Unsada Matangkan Kerja Sama Program Robotika untuk Negeri
BPBD Majalengka Imbau Warga Waspadai Peningkatan Curah Hujan Menjelang Akhir Januari 2026

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim. Rabu, (21/01/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seiring adanya peningkatan curah hujan menjelang akhir Januari 2026. Imbauan ini menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, baik global maupun regional. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Berdasarkan informasi BMKG, kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat sangat mendukung terbentuknya awan hujan secara masif. Ditambah dengan pengaruh Monsun Asia dan aktivitas gelombang atmosfer, maka risiko cuaca ekstrem di Majalengka perlu diwaspadai bersama,” ujar Agus Tamim, Selasa (21/1/2026).
Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan
- Mahasiswa Majalengka Dorong Kolaborasi Mitigasi Bencana Bersama DPRD dan BPBD
- Leuwimunding Majalengka Terobosan Transparansi Bansos Lewat Program Stiker Penerima Manfaat
- HPN 2026 : Pers Nasional Didorong Sehat, Mandiri, dan Berdaulat di Era Digital
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka Dorong Usulan Musrenbang Dawuan Tepat Sasaran
Ia menegaskan, BPBD Kabupaten Majalengka telah menyiagakan personel serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah kecamatan, hingga relawan kebencanaan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak lengah. Warga yang tinggal di sekitar daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan wilayah perbukitan agar lebih waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam durasi lama,” katanya.
Agus Tamim juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi serta melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana di lingkungan masing-masing.
“Bersihkan saluran air di sekitar rumah, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang, serta jauhi tiang dan peralatan listrik ketika terjadi hujan petir. Jika terjadi kondisi darurat atau bencana, segera laporkan kepada BPBD melalui call center 0823-4040-0300, atau hotline gratis di 112” tambahnya.
BPBD Kabupaten Majalengka berharap peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga. ** (Agit)

















