Breaking News
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
BP2MI Cegah Pengiriman 24 CPMI Ilegal asal NTB ke Arab Saudi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil melakukan pencegahan pengiriman terhadap 24 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Arab Saudi. Puluhan CPMI asal Nusa Tenggara Barat atau Lombok itu diduga akan diberangkatkan secara ilegal oleh oknum calo. Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia Afrika BP2MI, Brigjen Pol Suyanto mengatakan, tindakan pencegahan dilakukan UPT BP2MI DKI Jakarta setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, terdapat puluhan CPMI ditampung di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan sidak. "Berawal adanya informasi pada Rabu 8 Juni 2022, kemudian pihak UPT BP2MI Jakarta menindaklanjuti informasi tersebut. Kemudian 9 Juni 2022 UPT BP2MI DKI Jakarta melakukan pencegahan dengan melakukan sidak ke lokasi dari informasi tersebut," kata Suyanto didampingi Kepala UPT BP2MI Jakarta Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, di kantor UPT BP2MI DKI Jakarta, Sabtu (11/6/2022). Suyanto menjelaskan, dalam sidak pihaknya mendapati 24 CPMI yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi. "Dari hasil sidak tersebut didapatkan 24 CPMI yang terindikasi diberangkatkan secara ilegal, selanjutnya diamankan oleh UPT BP2MI DKI Jakarta," terangnya. "Dari 24 ini kami kelompokkan semuanya dari NTB, namun pengiriman dari Lombok Barat 1 CPMI, Lombok Utara 4, Lombok Tengah 2 dan Lombok Timur 8 CPMI," rinci Suyanto. Saat sidak, lanjut Suyanto menambahkan, pihaknya tidak mendapati oknum calo CPMI tersebut. "Namun calo yang dicurigai tidak ada ditempat. Kita akan lidik (penyelidikan) untuk pelaku calonya," tandasnya. "Untuk tindak lanjutnya, hal ini akan kita laporkan ke pimpinan," tutup Suyanto.
















