Breaking News
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
BP2MI Cegah Pengiriman 24 CPMI Ilegal asal NTB ke Arab Saudi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil melakukan pencegahan pengiriman terhadap 24 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Arab Saudi. Puluhan CPMI asal Nusa Tenggara Barat atau Lombok itu diduga akan diberangkatkan secara ilegal oleh oknum calo. Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia Afrika BP2MI, Brigjen Pol Suyanto mengatakan, tindakan pencegahan dilakukan UPT BP2MI DKI Jakarta setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, terdapat puluhan CPMI ditampung di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan sidak. "Berawal adanya informasi pada Rabu 8 Juni 2022, kemudian pihak UPT BP2MI Jakarta menindaklanjuti informasi tersebut. Kemudian 9 Juni 2022 UPT BP2MI DKI Jakarta melakukan pencegahan dengan melakukan sidak ke lokasi dari informasi tersebut," kata Suyanto didampingi Kepala UPT BP2MI Jakarta Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, di kantor UPT BP2MI DKI Jakarta, Sabtu (11/6/2022). Suyanto menjelaskan, dalam sidak pihaknya mendapati 24 CPMI yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi. "Dari hasil sidak tersebut didapatkan 24 CPMI yang terindikasi diberangkatkan secara ilegal, selanjutnya diamankan oleh UPT BP2MI DKI Jakarta," terangnya. "Dari 24 ini kami kelompokkan semuanya dari NTB, namun pengiriman dari Lombok Barat 1 CPMI, Lombok Utara 4, Lombok Tengah 2 dan Lombok Timur 8 CPMI," rinci Suyanto. Saat sidak, lanjut Suyanto menambahkan, pihaknya tidak mendapati oknum calo CPMI tersebut. "Namun calo yang dicurigai tidak ada ditempat. Kita akan lidik (penyelidikan) untuk pelaku calonya," tandasnya. "Untuk tindak lanjutnya, hal ini akan kita laporkan ke pimpinan," tutup Suyanto.



.jpg)













