- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah

Keterangan Gambar : Kegiatan jamaah Masjid Jami Nurul Hidayah menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah
MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA SELATAN-Ribuan jamaah Masjid Jami Nurul Hidayah Kalibata memadati jalanan dalam kegiatan Pawai Obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar pada Senin malam (15/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gempita Muharram 1448 H yang diselenggarakan oleh Remaja dan Pemuda Islam Masjid Nurul Hidayah (RISNU).
Acara ini terlaksana berkat kerja sama RISNU dengan Unit Pelaksana Kegiatan Pelayanan Umat (Sedekah Subuh), Karang Taruna RW 004 dan RW 009, serta didukung oleh Bank Mandiri. Turut berpartisipasi dan memberikan dukungan berbagai pihak, antara lain Yayasan Hamasah, Jaringan Suara Indonesia, Taro, Captain Sunat, Big Coffee, Warlok, Lamina, Konsorsium Faryha, Sameh Collection, serta media partner Bernusa.com, Megapolitan Pos, BMS Creative, dan Internal Media.
Ribuan peserta yang didominasi anak-anak dan kaum ibu mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Sejak sebelum acara dimulai, halaman Masjid Jami Nurul Hidayah telah dipadati jamaah yang bersiap mengikuti rangkaian kegiatan.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang

Sebelum pawai obor dimulai, panitia terlebih dahulu menggelar doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah, santunan anak yatim, serta pengumuman pemenang berbagai lomba anak Islami yang telah dilaksanakan sebelumnya dalam rangkaian Gempita Muharram 1448 H.
Ketua Pelaksana, Raffli, menjelaskan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan dalam menyambut pergantian tahun Hijriah, melainkan juga sarana pendidikan dan syiar Islam bagi generasi muda.
"Pawai obor tidak hanya menjadi tradisi tahunan menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi media edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda," ujarnya.
Cahaya obor yang menyala di tangan para peserta menciptakan suasana religius dan penuh kebersamaan sepanjang rute pawai. Kegiatan dimulai dari halaman Masjid Jami Nurul Hidayah dan dilepas secara simbolis oleh pengurus DKM Masjid, panitia, serta tokoh masyarakat setempat.
Peserta kemudian berjalan menyusuri Jalan H. Samali, Jalan Raya Pasar Minggu, Kalibata Tengah, dan kembali berakhir di halaman masjid. Di sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang membawa obor sambil mengumandangkan syiar dan lantunan kalimat-kalimat keagamaan.
"Merekalah generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan dan peradaban di masa depan. Lewat momen syiar seperti ini, kita berharap mereka semakin mencintai agamanya," tambah Raffli.
Selain pawai obor, rangkaian Gempita Muharram 1448 H juga dilanjutkan dengan kegiatan Khitanan Massal pada Selasa (16/6/2026) yang diikuti oleh 40 anak dari berbagai wilayah sekitar Kalibata dan Pancoran. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian umat sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dalam momentum Tahun Baru Islam.
Sementara itu, Pembina RISNU sekaligus penggagas (Insiator) awal kegiatan Gempita Muharram sejak tahun 2015, Ust. Ahmad Bahroini, menjelaskan bahwa Gempita Muharram lahir dari keinginan untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pendidikan umat.
Menurutnya, Muharram merupakan bulan yang mulia dan menjadi bulan pertama dalam sistem penanggalan Hijriah. Karena itu, kedatangannya hendaknya dimaknai bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri.
"Muharram adalah bulan yang mulia. Datangnya tahun baru Hijriah hendaknya kita maknai sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah, serta memotivasi diri untuk meraih prestasi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep Gempita Muharram sejak awal dirancang agar mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
"Karena itu kegiatan yang kami hadirkan tidak hanya satu bentuk. Ada kegiatan untuk anak-anak sebagai calon generasi masa depan, ada ruang bagi para pemuda sebagai simbol kekuatan umat dan bangsa saat ini, ada kegiatan yang melibatkan para orang tua sebagai pilar keluarga dan masyarakat, serta ada dukungan dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat yang bersama-sama membangun semangat kebersamaan. Inilah hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan," jelasnya.
Panitia berharap seluruh rangkaian Gempita Muharram 1448 H dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan berlangsungnya rangkaian kegiatan tersebut, jamaah Masjid Jami Nurul Hidayah menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh sukacita, semangat persaudaraan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.(**/Redaksi)


.jpg)












