- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Audiensi PRSI di BRIN, Awali Penguatan Kolaborasi Strategis
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Implementasi Robotika untuk Negeri di Padang, Siswa MAN 1 Tunjukkan Prestasi Gemilang
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal
- Laksanakan Monev KKD Komisi IV DPRD Tekankan Evaluasi Kelayakan Mitra Komisi
- Bagas Mendesak Pemkab Blitar Tegas Sikapi Kepastian Hukum PSHT Masuk IPSI Pusat
- Film Dalam Sujudku, Siap Tayang 16 April 2026, Angkat Kisah Nyata tentang Cinta, Ujian, dan Kekuatan Doa
Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil, Picu Keprihatinan Waket II DPRD Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tiga agenda sekaligus bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta BPJS Muara Teweh. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan Krusial, mulai dari kekosongan penetapan guru di desa Pasca pengangkatan PPPK paruh waktu, ketersediaan obat-obatan di Pustu, hingga pelayanan BPJS di rumah sakit.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (07/04/2026).
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I Hj Nety Herawati, didampingi anggota Patih Herman, H Alhadi, dan Naruk Saritani. Turut hadir Asisten I Setda Eveready Noor, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, serta perwakilan BPJS untuk memberikan penjelasan terkait isu-isu yang dibahas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiati menyampaikan hasil resesnya ke sejumlah desa terpencil. Ia mengaku terharu melihat adanya peningkatan Fasilitas penunjang pendidikan yang telah dirasakan masyarakat, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun dukungan DPRD.
Namun demikian, ia menekankan masih adanya persoalan mendasar, terutama terkait keterbatasan jaringan Internet yang dinilai menghambat akses teknologi bagi para siswa di daerah terpencil.
“Kami berharap masalah jaringan ini segera menjadi perhatian, agar anak-anak di desa juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, Henny juga menyoroti persoalan serius di bidang kesehatan, yakni tidak tersedianya tenaga Medis di beberapa desa terpencil seperti Haragandang, Muara Pari, dan Linon Besi.
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan warga saat Reses, dalam kurun waktu satu tahun terdapat dua ibu yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Muara Teweh akibat keterlambatan penanganan Medis.
“Huang ije nyelo tuh badue biti jadi bu ai ji malihi melahirkan, malihi si jalan hindai sampai RSUD Muara Teweh awi idada tenaga medis e,” ucapnya, menirukan keluhan warga dalam bahasa Dayak Bakumpai.
Henny Rosgiati pun berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera mengambil langkah konkret, baik dalam peningkatan Fasilitas kesehatan maupun penempatan tenaga Medis di wilayah-wilayah terpencil.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut nyawa manusia dan menjadi tanggung jawab moral bagi DPRD sebagai wakil rakyat.
(A)















