- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
Berhutang Tak Diketahui Suami, Wanita Muda di Cisoka Bersiap Jadi Janda

Keterangan Gambar : Ilutrasi raut kesedihan Melati (bukan nama sebenarnya) tak lagi bisa disembunyikan manakala suaminya menggugat cerai dirinya di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa. Senin, (30/01/2023).
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang,- Raut kesedihan Melati (bukan nama sebenarnya) tak lagi bisa disembunyikan manakala suaminya menggugat cerai dirinya di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa. Senin, (30/01/2023).
Melati yang saat itu menggendong putrinya yang baru berusia dua tahun tersebut, terus merengek agar gugatan cerai atas dirinya dibatalkan.
"Maafin eneng khilaf, neng ngga lagi - lagi," rengek eneng sambil sesekali mengusap air matanya.," menunjukan rasa penyesalannya.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
Namun begitu, tekad suaminya yang terlihat sudah bulat untuk menceraikan perempuan berparas manis berusia 23 tahun tersebut tidak lagi mengindahkan rengekan istrinya tersebut.
"Saya sudah ngga sanggup lagi, saya sudah bulat untuk menceraikan istri saya," kata suami Melati dengan lantang.
Menurut dia, selama 2 (dua) tahun belakangan dirinya sudah tidak lagi tahan lagi dengan kelakuan istrinya yang kerap berhutang kepada bank keliling.
"Saya kerja cuma buat bayar bank keliling, dua tahun saya tutupin utang istri saya tapi sekarang pas tau dia punya utang sampe puluhan juta saya udah ngga sanggup lagi," jelas, suami Melati.
Dari keterangan Suami Melati, awalnya istrinya hanya meminjam sebesar Rp. 500 ribu dengan cicilan sebesar Rp. 25 ribu disetiap harinya.
"Yang pertama saya tau, tapi saya udah maafkan, sekarang gini pinjem Rp. 500 ribu, terima cuma Rp. 400 rb, cicilan 25 ribu setiap hari, atuh gila aja yang mau bayar bunga segede gitu mah," ungkap suami Melati.
Ia berpendapat, hutang istrinya saat yang mencapai puluhan juta tidak lagi dapat ditutupi olehnya, terlebih penghasilannya sebagai buruh harian lepas sedang tidak menentu.
"Atuh yang bener aja, Rp. 500 ribu masih saya maafkan, ini sampe 10 juta pinjemnya buat apaan dia pinjem duit ke bank keliling sampe segitu gede," ujarnya.
Ia merinci dengan hutang 10 juta dirinya harus mencicil disetiap harinya sebesar Rp. 450 ribu, sehingga tak lagi mungkin dirinya sanggup membayar hutang istrinya.
"Idih itu kalau nagih kerumah, bikin malu saya dan orangtua, sekarang gini saya kerja sehari cuma Rp. 75 ribu, dituntut bayar Rp. 450 ribu atuh gila inimah," jelas dia.
Menanggapi hal tersebut, Sadang salah seorang tokoh pemuda Cisoka membenarkan keberadaan bank keliling yang sudah meresahkan.
"Ditambah dijaman sekarang ini, dari dampak Covid ini banyak usaha atau karyawan yang terpukul kena PHK dan sebagainya," ungkap Sadang.
Sadang menambahkan, belum lagi disaat ini dengan kondisi perekonomian yang terbilang sulit, sang suamipun turut menyetujui istrinya meminjam uang kepada bank harian atau bank keliling.
"Sampai akhirnya meresahkan, banyak rumah tangga yang hancur karena merasa terbebani dengan Bank keliling ini," jelasnya.
Ia menilai, masyarakat saat ini dihadapkan dengan pilihan yang sulit antara kebutuhan ekonomi ditengah kenaikan harga pangan.
"Ya ujung - ujungnya bank keliling solusinya dan pada akhirnya terjebak dan tak mampu membayar sehingga rumah tangga yang dikorbankan," ungkap dia.
Sadang berharap ada solusi dari Pemerintah Kecamatan Cisoka, dalam hal ini di wilayah setempat untuk menyingkapi persoalan itu di masyarakat.
"Solusinya seperti apa terkait persoalan yang saat ini sedang terjadi," pungkasnya.** (Jhn)
















