- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
Beredarnya Cover Palsu Majalah Terkenal Untuk Serang Anies, Aktivis 98 : Bukti Anies Capres Paling Ditakuti Lawan.
Mereka melakukan cara kotor, mungkin karena cara-cara elegan mereka sudah habis stocknya

Keterangan Gambar : Agung Nugroho
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-ini (10/6) beredar cover majalah bahwasannya yang isinya menyerang Anies Baswedan. Dalam Cover itu dikatakan bahwa Anies difitnah menerima aliran dana dari hasil suap proyek pertamina yang ditulis di cover palsu tersbut dilakukan oleh Sugeng Suparwoto, ketua komisi VII DPR RI.
Selain itu, dalam cover palsu yang mengatasnamakan majalah terkenal itu, Anies juga difitnah menerima aliran dana dari proyek BTS yang diduga terdapat kasus korupsi hingga menkominfo, Jhony G Pilate dicokok KPK.
Menanggapi hal tersebut, Agung Nugroho, pendiri Konsolidasi Demokrasi Aktivis 98 (KDA 98) sangat menyesalkan masih digunakannya cara-cara kotor dan keji hanya untuk menjatuhkan citra Anies Baswedan.
Baca Lainnya :
- 4 Siswa SMP Di Jakarta Hina Palestina, Jari Pena : Harus. Diberi Sanksi Tegas.
- Dukung Upaya Dinkes Tanggulangi DBD Dengan Pelepasan Nyamuk Wolbachia.
- Nadiem Bukan Menteri Tapi Malah Mirip Sales Bahan Seragam Sekolah.
- Prabowo Mau Bangun Puskesmas Canggih, Rekan Indonesia : Cuma Bangun Citra Politik Saja.
- Calon DPD RI Nomor Urut 20 Siap di Pilih Rakyat Jakarta
"pelakunya adalah orang-orang yang anti demokrasi sehingga menggunakan cara-cara kotor dan fitnah" tegas Agung, yang juga ketua umum Rekan Indonesia.
Agung tidak habis pikir, bagaimana cara-cara "primitif" masih digunakan dalam pertarungan pilpres 2024.
"ini membuktikan bahwa para pesaing Anies Baswedan tidak percaya diri dan takut kalah dalam pilpres 2024, dan bukti bahwa geliat perubahan di bawah sangat besar" ujar Agung.
Agung yakin Anies pasti akan menyikapi dengan senyuman ketika Anies tahu ada cover majalah terkenal palsu tersebut yang memfitnah dirinya. Dan tidak berpengaruh sama sekali di basis massa pendukung Anies.
"Mereka melakukan cara kotor, mungkin karena cara-cara elegan mereka sudah habis stocknya" ujar Agung.
Agung juga yakin, bahwa Anies tidak berniat untuk melaporkannya secara hukum, karena Anies itu figur yang sangat paham tentang berdemokrasi, bagi Anies mungkin itu di anggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sedang berjalan saat ini, tambah Agung.

.jpg)

.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)




