- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Atasi Kegagalan Panen Padi di Kecamatan GBA Perlunya Pendalaman Sungai Sekitar

MEGAPOLITANPOS.COM (Barito Selatan) – Guna mengatasi gagal panen padi di Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, perlunya pendalaman sungai sekitar. Apabila sungai di sekitar area lahan padi di Kecamatan GBA itu tidak dilakukan pendalaman, sejumlah persawahan pada sejumlah desa itu akan terendam banjir, ketika curah hujan mengalami sedikit peningkatan, sehingga bukan lagi disebut gagal panen, akan tetapi gagal tanam.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Barsel Tamarzam, Kamis (10/11/2022) kepada awak media di Buntok. “Pendalaman sungai tersebut dilakukan untuk mengalirkan air kalau di persawahan terjadi banjir,” ucap Tamarzam yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Barsel itu.
“Cara atau solusi gagal tanam padi di Desa Tabak Kanilan, Kayumban, Mukahaji dan sekitarnya dengan melakukan pendalaman sungai Bulung Ulak,” tambahnya lagi.
Baca Lainnya :
- Legislator Tri Wahyuni : Jika Pekarangan Rumah Dikelola Dengan Baik Bermanfaat Bagi Keluarga
- Ketua DPRD Barsel Kunker Pantau Pemilu Kades Serentak
- Orang Tua Harus Bijak Berikan Ponsel Pintar Bagi Buah Hati Mereka
- Perempuan Harus Percaya Diri Kembangkan Kewirausahaan di Sektor UKM dan Ekonomi Kreatif di Barsel
- Smale Train Indonesia Kolaborasi Pihak, lakukan Operasi Bibir Sumbing Gratis Di RSUD Jaraga Sasameh Buntok.
Berdasarkan informasi dari masyarakat pada waktu dirinya reses beberapa waktu lalu, anggota DPRD provinsi Kalimantan Tengah rencananya akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi persawahan di kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) ini. Namun, anggota DPRD provinsi Kalimantan Tengah yang berjanji kepada masyarakat akan turun ke lapangan itu hingga kini masih belum juga datang.
“Lantaran perihal itu masyarakat mengharapkan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Barsel agar memperhatikan keluhan para petani disejumlah desa di wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) ini,” katanya.
Dia juga menyebut Pemkab Barsel hanya menganggarkan Rp100 juta rupiah untuk rekonstruksi saluran tersiernya saja. Dan, hal itu tentunya masih belum mampu mengatasi apabila di persawahan milik petani di sejumlah desa ini terendam banjir.
Oleh sebab itu dirinya berharap, sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 disyahkan, anggaran pendalaman Sungai Bulung Ulak ini dapat dianggarkan. Sebab sambung dia, untuk solusi mengatasi permasalahan gagal tanam pada persawahan di sejumlah desa di Kecamatan GBS ini hanya dengan melakukan pendalaman sungai Bulung Ulak.
“Jika itu dilakukan, kami yakin air yang ke
lahan persawahan dapat dicegah dan tidak menimbulkan banjir lagi di beberapa
desa di Kecamatan GBA,” demikian pungkas Tamarzam.(As/Red/MP).


.jpg)













