- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
ACCMSME ke-17, Momentum Perkuat Kerja Sama ASEAN

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) selaku focal point Indonesia pada forum kerja sama ASEAN Coordinating Committee on Micro Small and Medium Enterprises (ACCMSME) kembali berpartisipasi dalam The 17th ACCMSME and Related Meetings yang berlangsung pada 14-17 Mei 2024 di ASEAN Headquarters, Jakarta.
Pertemuan ACCMSME ke-17 bertujuan untuk meng-update progress pada berbagai kegiatan di bawah Rencana Aksi Strategis ASEAN untuk Pengembangan UKM di ASEAN/Strategic Action Plan for SME Development (SAP-SMED) 2016-2025, serta mengidentifikasi rencana ASEAN pasca 2025.
ACCMSME ke-17 dihadiri oleh 10 Negara Anggota ASEAN dan Timor Leste sebagai observer, negara mitra dialog seperti Jepang, Jerman, Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Inggris, serta mitra kerja sama internasional lainnya.
Baca Lainnya :
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- LPDB Koperasi Siapkan SOP Baru untuk Perkuat Pengelolaan Dana Bergulir
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama KemenKopUKM Henra Saragih menyampaikan, pertemuan dimulai dengan serah terima ACCMSME Chairmanship dari Filipina kepada Singapura.
“Beberapa capaian dan kemajuan projek disampaikan oleh Indonesia dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah progress implementasi In-depth Study on MSME Finance Gap,” ucap Henra dalam keterangan resminya, Senin (20/5/2024).
Sebagai tahap awal, kata Henra, KemenKopKUM bekerja sama dengan BRIN merampungkan studi literatur dan pengumpulan data dari ASEAN SME Policy Index (ASPI) bekerja sama dengan OECD.
Pertemuan ACCMSME ke-17 juga mencatat progress implementasi projek dan inisiatif unggulan di ASEAN. Selain itu, pertemuan juga membahas keberlanjutan champion platform ACCMSME, yakni ASEAN Access dan ASEAN SME Academy.
Henra menegaskan, Indonesia menaruh perhatian besar terhadap salah satu inisiatif unggulan ASEAN, yakni Unique Business Identification Numbers (UBIN) yang dipandang sebagai fondasi ekonomi digital yang kuat.
“Sehubungan dengan penyusunan Implementation Roadmap to Establish Regionally Comparable and UBIN in ASEAN bersifat cross cutting issues, Indonesia mendorong agar kolaborasi intensif antara ACCMSME dengan badan sektoral terkait terus dilakukan,” katanya.
Saat ini, kata Henra, Indonesia mencatat peningkatan ranking signifikan yang ditunjukkan oleh skor ASEAN SME Policy Index (ASPI) tahun 2018 dengan rata-rata peringkat ke-3 setelah Singapura dan Malaysia.
Henra menambahkan, Indonesia juga berkesempatan untuk berbagi praktik baik mengenai ‘Nurturing Innovation Driven Enterprise: Creating Sustainable and Impactful Business,’ melalui Program Entrepreuner Development (Entredev) 2024 yang bertujuan menciptakan lebih banyak para champion wirausaha melalui tiga sektor utama.
Ketiga sektor tersebut meliputi, pertama, agrikultur. Kedua, kesehatan, kecantikan, kebugaran, dan ketiga, teknologi dengan total target peserta 2.300 wirausaha.
Selanjutnya, atas kesuksesan penyelenggaraan tersebut, pada pertemuan ACCMSME ke-17 menyepakati ACCMSME ke-18 kembali akan dilaksanakan pada 21-25 Oktober 2024 di Bali.
Di kesempatan yang sama, Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan KemenKopUKM Destry Anna Sari menambahkan, KemenKopUKM terus mengupayakan penumbuhan wirausaha berbasis inovasi atau innovation driven enterprises, dan bukan lagi small business owner yang muncul karena kebutuhan atau keterpaksaan akibat keadaan (necessity entrepreneur).
UMKM adalah sektor penting di kawasan ASEAN yang terbukti menunjang perekonomian. Pengembangan UMKM pun menjadi salah satu upaya yang dikedepankan dalam kerangka kerja sama ASEAN.
“KemenKopUKM terus berkomitmen untuk mendorong optimalisasi manfaat kerja sama ASEAN bagi UMKM Indonesia yang berdaya saing di kawasan,” katanya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)



.jpg)




