- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupti Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
Sembilan Kecamatan Di Barito Utara Terdampak Banjir

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Banjir yang melanda Kabupaten Barito Utara sejak beberapa hari yang lalu semakin menaik, Menurut pantauan di STA UPT Dermaga, Minggu pagi ( 20/04/2025) ketinggian air mencapai posisi 15.20, berarti naik sekitar 15 cm dari pantauan sore hari, Sabtu (19/04/2025).
Kepala BPBD Barito Utara, Simamoraturahman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Rizali Hadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi banjir di lapangan.
"Sebagian besar wilayah yang terdampak berada di daerah aliran sungai (DAS) Barito. Kami sudah mengerahkan tim untuk membantu warga serta menyiapkan langkah - langkah penanggulangan, termasuk penyaluran bantuan darurat," jelas Rizali Hadi.
Baca Lainnya :
- PNM Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh, Fokus Dukung Masyarakat Prasejahtera dan UMKM
- Banjir Kembali Merendam Kawasan Permukiman Warga di Kebon Pala, Jakarta
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Akses Jalan Total Persada Periuk Kota Tangerang Masih Lumpuh
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun BPBD mencatat ribuan warga terdampak, dan sejumlah Fasilitas umum seperti Sekolah, tempat ibadah, dan bangunan Pemerintah juga turut terendam air.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi naiknya debit Air, terutama di wilayah yang masih diguyur hujan.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, hampir 9 Kecamatan yang ada di Barito Utara telah terdampak Banjir.
Ada 43 desa yang telah terendam Banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 cm hingga mencapai 205 cm di beberapa wilayah.
Kecamatan yang terdampak meliputi Lahei Barat, Lahei, Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, Montallat, Gunung Purei, Teweh Timur, dan Gunung Timang.
Kecamatan Lahei Barat ada 11 Desa, jumlah terdampak 2.675 KK atau 7.626 jiwa, jumlah bangunan sebanyak 1.985 unit, sementara fasilitas umum yang terdampak kesehatan 4 unit, tempat ibadah 15 unit, pendidikan 13 unit, gedung pemerintah sebanyak 4 unit.
Kecamatan Lahei ada 13 desa yang terdampak dengan jumlah 3.756 KK atau 9.801 jiwa, jumlah bangunan sebanyak 922 unit, sementara fasilitas umum seperti kesehatan 5 unit, tempat ibadah 10 unit, pendidikan 11 unit, gedung pemerintah 18 unit serta jalan dan jembatan sebanyak 4 unit.
Sementara untuk Kecamatan Teweh Tengah ada dua kelurahan yaitu Lanjas dan Melayu dan Desa Lemo I dan Lemo II, jumlah terdampak sebanyak 3.801 KK atau 13.637 jiwa, bangunan yang terdampak sebanyak 2.267 unit, kesehatan 2 unit, rumah ibdah 2 unit, gedung pemerintah 1 unit, jalan dan jembatan 1.
Kecamatan Teweh Baru, ada 7 desa, jumlah terdampak 1.951 KK atau 7.250 jiwa, bangunan yang terdampak sebanyak 1.595 unit, sedangkan untuk fasilitas umum seperti kesehatan 2 unit, rumah ibadah 21 unit, pendidikan 18 unit, gedung pemerintah 1 serta jalan dan jembatan 3 unit.
Untuk Kecamatan Teweh Selatan ada 4 Desa yang terdampak banjir dengan jumlah 1.138 KK atau 3.402 jiwa dengan jumlah bangunan yang terdampak sebanyak 110 unit. Untuk fasilitas umum belum ada data yang masuk ke BPBD setempat.
Kecamatan Montallat terdapat 10 Desa/Kelurahan jumlah terdampak sebanyak 3.677 KK atau 11.638 jiwa dengan jumlah bangunan terdampak sebanyak 2.137 unit, fasilitas kesehatan 11 unit, rumah ibadah 36 unit, pendidikan 30 unit, gedung pemerintah 13 unit serta jalan dan jembatan 17 unit.
Kecamatan teweh Timur terdapat 7 desa terdampak dengan jumlah 957 KK atau 1.684 jiwa dan Kecamatan Gunung Timang terdapat 4 desa yang terdampak dengan jumlah 338 KK dan 980 jiwa. Sementara untuk fasilitas umum yang terdampak belum ada data masuk.
(A)












.jpg)




