- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
Sekda H Eman Suherman Berikan Apresiasi Budaya Ngelaksa Desa Sunia Baru dan Minta Harus di Lestarikan

Keterangan Gambar : Sekda Kab Majalengka, H Eman Suherman saat di Desa Sunia Baru. Senin, (22/04/2024)
MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Salah satu desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat yang berada di bawah kaki gunung ciremai dengan topografi bukit serta kultur masyarakat bertani hari ini tampak ramai dengan suasana yang berbeda, yakni Desa Sunia Baru hari ini masyarakat setempat mengelar "Ngalaksa" atau selamatan. Senin, (22/04/2024).
Sesuai namanya, tradisi itu dilestarikan mengingatkan awal lahir dan bentuk penghormatan terhadap dewi padi. Di kalangan masyarakat Sunda dikenal dengan sebutan Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Tradisi ngalaksa atau usai beres panen dapat dimaknai atas wujud syukur masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani.
Atau juga nama Pareresan itu berasal dari bahasa Sunda yaitu reres panen, yang artinya beres panen. Dan setiap kegiatan pareresan selalu di hadiri oleh pejabat dari pemerintah.
Baca Lainnya :
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
Disela kegiatan, Sekertaris Daerah (Sekda) Majalengka H. Eman Suherman membuka acara Ngalaksa yang di gelar oleh Pemdes Sunia Baru, Kecamatan Banjaran. Ia mengapresiasi dengan adanya kegiatan ngalaksa yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
"Tradisi yang harus terus di lestarikan sebagai khasnah budaya daerah. Kegiatan yang turun temurun ini diharapkan bisa menambah kearifan lokal dan harus terus di lestarikan," ujar Eman.
Ia berharap, acara ngalaksa ini menjadi momentum yang dapat mempersatukan masyarakat, serta menumbuhkan rasa gotong royong dan kebersamaan khususnya bagi warga Desa Sunia Baru.
"Tak hanya itu, diharapkan acara ini mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang lebih luas, sehingga akan berdampak positif pada perekonomian dan promosi pariwisata di Kabupaten Majalengka," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sunia Baru Dadan Sukmana mengatakan bahwa kegiatan ngalaksa yang dilaksanakan pada tahun ini beragam kegiatan diantaranya bolla volly, bakti sosial, ngagogo ikan, hiburan wayang golek Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar.

"Pelaksanaan Ngalaksa ini merupakan rasa syukur masyarakat terhadapa hasil panen. Dan ini murni menggunakan anggaran dari hasil gotong royong masyarakat," ungkapnya.
Kades Sunia menambahkan, ngalaksa merupakan ritual memandikan benda pusaka yang masih ada dan tersimpan dengan baik, adapun sumber air pencucian pusaka dari balong gede.
"Balong gede ini merupakan sumber mata air desa dan bisa mengairi sawah yang ada disekitar wilayah perbatasan desa juga di manfaatkan untuk kebutuhan sehari - hari warga sekitar," pungkasya. ** (Agit)











.jpg)





