- BNN Gandeng Citilink, Perangi Narkotika Jalur Udara
- Safari Ramadan 1447 H, Bupati Eman Suherman Hadirkan Kehangatan dan Semangat SAE Keun di Putridalem
- Kolaborasi Lintas Komunitas, KRESHNA Foundation Dorong Strokers Sehat, Produktif, dan Sejahtera
- Gabungan Ormas dan Relawan Gelar Buka Puasa Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta
- Fraksi PDI-P Terima Lima Raperda, Soroti Infrastruktur hingga Ketahanan Pangan
- Fraksi Demokrat Terima dan Siap Bahas Lima Raperda Strategis di Paripurna DPRD Barito Utara
- Fraksi PKB Soroti Lima Raperda dalam Paripurna II DPRD Barito Utara
- Fraksi Aspirasi Rakyat Dukung Lima Raperda, Tekankan Konsistensi Perencanaan dan Implementasi
- Saan Mustopa: Safari Ramadhan Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Bung Karno
- Polres Blitar Kota Launching SPPG YKB Cik Ditiro, Siap Layani 1.500 Paket MBG
Sekda H Eman Suherman Berikan Apresiasi Budaya Ngelaksa Desa Sunia Baru dan Minta Harus di Lestarikan

Keterangan Gambar : Sekda Kab Majalengka, H Eman Suherman saat di Desa Sunia Baru. Senin, (22/04/2024)
MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Salah satu desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat yang berada di bawah kaki gunung ciremai dengan topografi bukit serta kultur masyarakat bertani hari ini tampak ramai dengan suasana yang berbeda, yakni Desa Sunia Baru hari ini masyarakat setempat mengelar "Ngalaksa" atau selamatan. Senin, (22/04/2024).
Sesuai namanya, tradisi itu dilestarikan mengingatkan awal lahir dan bentuk penghormatan terhadap dewi padi. Di kalangan masyarakat Sunda dikenal dengan sebutan Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Tradisi ngalaksa atau usai beres panen dapat dimaknai atas wujud syukur masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani.
Atau juga nama Pareresan itu berasal dari bahasa Sunda yaitu reres panen, yang artinya beres panen. Dan setiap kegiatan pareresan selalu di hadiri oleh pejabat dari pemerintah.
Baca Lainnya :
- Safari Ramadan 1447 H, Bupati Eman Suherman Hadirkan Kehangatan dan Semangat SAE Keun di Putridalem
- Langkah Besar Transformasi Digital, Diskominfo Majalengka Tebar WiFi Gratis
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
- Di Festra Ramadan, Bupati Eman Tegaskan Dukungan Kegiatan Pro Rakyat di Tengah Efisiensi
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
Disela kegiatan, Sekertaris Daerah (Sekda) Majalengka H. Eman Suherman membuka acara Ngalaksa yang di gelar oleh Pemdes Sunia Baru, Kecamatan Banjaran. Ia mengapresiasi dengan adanya kegiatan ngalaksa yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
"Tradisi yang harus terus di lestarikan sebagai khasnah budaya daerah. Kegiatan yang turun temurun ini diharapkan bisa menambah kearifan lokal dan harus terus di lestarikan," ujar Eman.
Ia berharap, acara ngalaksa ini menjadi momentum yang dapat mempersatukan masyarakat, serta menumbuhkan rasa gotong royong dan kebersamaan khususnya bagi warga Desa Sunia Baru.
"Tak hanya itu, diharapkan acara ini mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang lebih luas, sehingga akan berdampak positif pada perekonomian dan promosi pariwisata di Kabupaten Majalengka," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sunia Baru Dadan Sukmana mengatakan bahwa kegiatan ngalaksa yang dilaksanakan pada tahun ini beragam kegiatan diantaranya bolla volly, bakti sosial, ngagogo ikan, hiburan wayang golek Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar.

"Pelaksanaan Ngalaksa ini merupakan rasa syukur masyarakat terhadapa hasil panen. Dan ini murni menggunakan anggaran dari hasil gotong royong masyarakat," ungkapnya.
Kades Sunia menambahkan, ngalaksa merupakan ritual memandikan benda pusaka yang masih ada dan tersimpan dengan baik, adapun sumber air pencucian pusaka dari balong gede.
"Balong gede ini merupakan sumber mata air desa dan bisa mengairi sawah yang ada disekitar wilayah perbatasan desa juga di manfaatkan untuk kebutuhan sehari - hari warga sekitar," pungkasya. ** (Agit)

















