- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Sekda H Eman Suherman Berikan Apresiasi Budaya Ngelaksa Desa Sunia Baru dan Minta Harus di Lestarikan

Keterangan Gambar : Sekda Kab Majalengka, H Eman Suherman saat di Desa Sunia Baru. Senin, (22/04/2024)
MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Salah satu desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat yang berada di bawah kaki gunung ciremai dengan topografi bukit serta kultur masyarakat bertani hari ini tampak ramai dengan suasana yang berbeda, yakni Desa Sunia Baru hari ini masyarakat setempat mengelar "Ngalaksa" atau selamatan. Senin, (22/04/2024).
Sesuai namanya, tradisi itu dilestarikan mengingatkan awal lahir dan bentuk penghormatan terhadap dewi padi. Di kalangan masyarakat Sunda dikenal dengan sebutan Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Tradisi ngalaksa atau usai beres panen dapat dimaknai atas wujud syukur masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani.
Atau juga nama Pareresan itu berasal dari bahasa Sunda yaitu reres panen, yang artinya beres panen. Dan setiap kegiatan pareresan selalu di hadiri oleh pejabat dari pemerintah.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Disela kegiatan, Sekertaris Daerah (Sekda) Majalengka H. Eman Suherman membuka acara Ngalaksa yang di gelar oleh Pemdes Sunia Baru, Kecamatan Banjaran. Ia mengapresiasi dengan adanya kegiatan ngalaksa yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
"Tradisi yang harus terus di lestarikan sebagai khasnah budaya daerah. Kegiatan yang turun temurun ini diharapkan bisa menambah kearifan lokal dan harus terus di lestarikan," ujar Eman.
Ia berharap, acara ngalaksa ini menjadi momentum yang dapat mempersatukan masyarakat, serta menumbuhkan rasa gotong royong dan kebersamaan khususnya bagi warga Desa Sunia Baru.
"Tak hanya itu, diharapkan acara ini mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang lebih luas, sehingga akan berdampak positif pada perekonomian dan promosi pariwisata di Kabupaten Majalengka," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sunia Baru Dadan Sukmana mengatakan bahwa kegiatan ngalaksa yang dilaksanakan pada tahun ini beragam kegiatan diantaranya bolla volly, bakti sosial, ngagogo ikan, hiburan wayang golek Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar.

"Pelaksanaan Ngalaksa ini merupakan rasa syukur masyarakat terhadapa hasil panen. Dan ini murni menggunakan anggaran dari hasil gotong royong masyarakat," ungkapnya.
Kades Sunia menambahkan, ngalaksa merupakan ritual memandikan benda pusaka yang masih ada dan tersimpan dengan baik, adapun sumber air pencucian pusaka dari balong gede.
"Balong gede ini merupakan sumber mata air desa dan bisa mengairi sawah yang ada disekitar wilayah perbatasan desa juga di manfaatkan untuk kebutuhan sehari - hari warga sekitar," pungkasya. ** (Agit)





.jpg)











