- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
PSI Desak Pemprov Bentuk Kampung Siaga Bencana untuk Tanggulangi Banjir
August Hamonangan: Perlu Keterlibatan Masyarakat

Keterangan Gambar : ( Kedua dari kiri )Wakil Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan anggaran untuk penanggulangan banjir senilai Rp 3,63 triliun dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) DKI 2023.
Wakil Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan mengomentari hal tersebut. Menurutnya, upaya penanggulangan banjir tidak akan berhasil walau seberapa besar pun anggarannya, apabila tidak melibatkan peran serta masyarakat.
"Penanganan banjir saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam target prioritas. Tapi, ini tidak akan bisa tercapai walau dengan anggaran sebesar apapun atau sebanyak apapun tanpa melibatkan peran masyarakat," ucapnya dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta.
"Salah satu wujud nyata yang menunjukkan adanya peran serta masyarakat dalam penanggulangan banjir adalah pendirian Kampung Siaga Bencana (KSB)," sambungnya.
August mengapresiasi langkah Kasudin Sosial Jakarta Selatan yg sedang menggiatkan pendirian KSB diberbagai Kecamatan se-Jakarta Selatan.
"Harusnya ide KSB menjadi program nyata Pemprov untuk diimplementasikan di seluruh kecamatan di DKI Jakarta, khususnya mereka yang sering terdampak banjir. KSB tentunya berperan di lini terdepan agar jika terjadi banjir, penanganannya bisa lebih cepat dan terstruktur," jelasnya.




.jpg)





.jpg)




