- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
PON XXI 2024: Putri Jakarta Libas Jatim 3-0 untuk Gapai Emas Tenis Meja Beregu

MEGAPOLITANPOS.COM, Medan--Putri-putri Jakarta tampil 'menggila' untuk menghempaskan Jatim 3-0 di laga pamungkas tenis meja beregu PON XXI 2024, Kamis (12/9/2024) di GOR Angsapura, Medan. Trio Rina Sintya, Desi Ramadani dan Mira Fitria tampil gemilang menghentikan perlawanan Jatim hanya dalam waktu tak sampai tiga jam, untuk membawa medali emas ke ibu kota.
Medali emas beregu putra direbut anak-anak Lampung setelah menghempas Jatim 3-2. Lampung, yang ditangani mantan pemain nasional Hadiyudo, tampil stabil sejak awal kompetisi. Di babak semifinal mereka menebas Jabar yang ditangani mantan pemain nasional Anton Suseno 3-1.
Di kelompok putri, kemenangan mengesankan putri Rina Sintya dkk yang begitu cepat atas Jatim memang agak di luar dugaan. Pasalnya, Rina Sintya sebelumnya sudah berada di atas lapangan pertandingan selama lima jam 11 menit, saat mengalahkan putri Jabar 3-2 di babak semifinal. Berbeda dengan putri Jatim, yang membutuhkan waktu lebih dari dua jam kala memukul Sulteng 3-0 di semifinal Kamis siang.
Baca Lainnya :
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Diguncang Berbagai Isu, Elim Tyu Samba : Jangan Sentimen Pribadi Korbankan Atlet.
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
- Elim Tyu Samba : PBSI Kota Blitar Harus Semakin Solid Bina Prestasi Bulu Tangkis .
Namun, meski memiliki waktu recovery lebih lama, putri Jatim seperti tampil antiklimaks di babak final yang dimulai pkl 15.00 WIB itu. Trio Aminah, Christine dan Vita harus mengakui keunggulan Rina, Desi dan Mira.
Rina Sintya mengawali keunggulan timnya dengan mengalahkan Aminah 3-1 (11-7, 11-7, 8-11, 11-7). Desi memperbesar keunggulan timnya menjadi 2-0, walau harus bertarung lebih panjang saat memukul Christine 3-2 (6-11, 12-10, 10-12, 11-9, 11-5). Dan, Mira Fitria, menjadi penentu kemenangan 3-0 setelah mengalahkan Vita 3-1 (9-11, 11-4, 11-3, 11-3).
Mira, kakak kandung Rina Sintya, spontan melemparkan betnya ke udara setelah bola pengembalian Vita jauh menyamping.
Medali emas untuk putri Jakarta. Seluruh pemain dan ofisial tim putra-putri Jakarta menghambur memeluk Mira.
Keberhasilan tim putri Jakarta menggapai medali emas tak terlepas dari strategi penurunan pemain yang dilakukan pelatih Anang Sutriyono.
Dia sedikit mengubah formasi the winning team saat menebas Jabar di semifinal. Rina dan Desi tetap menjadi andalan pada dua partai awal, tetapi dia memainkan Mira Fitria di partai ketiga, bukan Anastasya Almaira. Saat menghadapi Jabar di semifinal, Anastasya menyerah pada Vera.
Wahyudi Nur, manajer tim tenis meja Jakarta, mensyukuri peraihan satu medali emas dan satu perunggu dari kontes beregu ini. "Terima kasih ya Allah," katanya.
"Peraihan emas dari tim putri memang sesuai dengan target," ujarnya. Perunggu dari tim putra, katanya, tidak perlu disesali. "Fernando Pallar dan kawan-kawan akan berlatih lebih keras lagi untuk lebih diperhitungkan," jelas Wahyudi Nur, direktur PT Usaha Persada Jaya, anak usaha operasional PLN UID Jakarta Raya.( Leksi).
















