Breaking News
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pengeroyokan Ade Armando

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyatakan, pihaknya belum dapat menyampaikan motif pelaku pengeroyokan Ade Armando. "Sementara motif pelaku pengeroyokan Ade Armando belum bisa saya jawab sekarang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/04/2022). Menurut Tubagus, motif pelaku pengeroyokan belum dapat disampaikan lantaran tim penyidik masih memeriksa pelaku dan mendalami kasus tindak pidana tersebut. "Karena masih dalam proses pendalaman, motivasinya apa?," ujarnya. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, polisi berhasil mengamankan 2 dari 6 tersangka pelaku pengeroyokan terhadap pegiat media sosial tersebut. "Tersangka berinisial MB diamankan di daerah Jakarta Selatan, sedangkan tersangka berinisial K diamankan di daerah Jonggol Bogor Jawa Barat," terang Zulpan. Sementara 4 pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. Kepada 4 pelaku yang belum ditangkap, lanjut Zulpan, agar segera menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. "Mereka diantaranya, berinisial, QU, AM, AL, dan AP," sebut Zulpan. Zulpan juga mengungkapkan, bahwa para pelaku bukan dari peserta aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sebab, dari data yang diperoleh, status para pelaku adalah wiraswasta. "Semua itu pedagang, ada pedagang sate, pedagang kaki lima dan lain sebagainya," bebernya. Diberitakan, Ade Armando dikeroyok, dipukuli dan ditelanjangi oleh sejumlah peserta aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Senin (11/4). Peristiwa tergolong keji itu terjadi saat aksi demonstrasi dari kalangan Mahasiswa (BEM-SI) sedang berlangsung. Aksi pemukulan bertubi-tubi yang dilakukan oleh pelaku mengakibatkan korban Ade Armando babak belur dan ia pun kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.


.jpg)


.jpg)











