- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
Penyisiran Hari Ke Dua Terkait Gas LPG 3 Kg Di Muara Teweh


MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Dihari kedua penelusuran terkait kelangkaan gas LPG dan melambung naiknya harga menurut isu yang beredar dalam satu minggu terakhir ini hingga mencapai 60 ribu bahkan sampai 80 ribu rupiah.
Kadisdagrin Barito Utara, Dewi Handayani bersama tim Satgas yang didalamnya ada pihak dari Kesbangpol, sejumlah awak media, kembali melakukan penyisiran dan pengecekan ke agen - agen gas LPG yang ada di seputar kota Muara Teweh, kegiatan ini dilaksanakan Kamis, (01/01/2025)
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
Dalam penyisiran tersebut hanya ada beberapa agen maupun pengecer yang dapat diminta keterangannya, selebihnya terdapat tempat yang tertutup seolah sejak lama tidak beroperasi, juga ada pangkalan yang tabung gas nya sangat banyak di halaman maupun didalam mobil truck namun tempatnya tertutup dan tidak ada yang menunggui sehingga tidak bisa didapatkan informasi.
Salah satu agen yang bersedia ditemui dan dimintai keterangan (Agen tidak nakal - red) dia menyampaikan bahwa pihaknya menjual ke pangkalan dengan harga 21 ribu, dan pangkalan mengecernya lagi dengan harga 25 ribu.
"Seandainya ada pangkalan yang menjual lebih itu bukan kewenangan kami lagi, sebab kami menjual sudah sesuai harga yang ditentukan, kami tidak pernah menjual sampai harga 40 ribu," jelas pengelola (Agen ) ini.
Dan kata nya lagi menambahkan untuk gas LPG 3kg di tempatnya selalu tersalurkan setiap hari kepada pihak pangkalan tidak pernah sampai menumpuk.
Sementara saat ditemui beberapa warung pengecer, mereka menjelaskan menjual dengan harga 40 ribu rupiah.
"Kami beli dari pelansir sudah dengan harga 38 ribu rupiah," jelas seorang pedagang pengecer dengan sedikit nada agak takut.
Dengan fenomena seperti ini masih belum diketahui apa penyebab hingga gas LPG 3 kg ini mengalami kelangkaan dengan harga yang di isukan sangat pantastis (60-80 ribu rupiah), sementara dua agen yang ditemui pada dua hari penyisiran ini menyatakan ditempatnya gas LPG Melon masih normal dan lancar.
Dari hasil survei lapangan ini Kadisdagrin Barito Utara memaparkan gas LPG di tingkat Agen masih aman dan lancar.
Dewi Handayani juga menyampaikan dari hasil survei lapangan ini pihaknya akan membuat nota pertimbangan yang nantinya akan dikirimkan kepada pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Sebab kata Dewi Disdagrin tidak memiliki wewenang memutuskan,
tugas kami sebagai tim satgas adalah melakukan koordinasi ke atasan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
"Kami hanya bertugas melaksanakan sosialisasi terkait distribusi gas LPG ini, Disdagrin tidak memiliki wewenang untuk mengecek harga di tingkat pengecer. Kami hanya melakukan pengecekan hingga pangkalan. Jika di pengecer ada yang menjual lebih dari Rp60 ribu, kami perlu menelusuri sumber gas tersebut," imbuhnya.
Kadang-kadang kata dia pengecer merasa takut dan mengaku menjual dengan harga Rp40 ribu, padahal kenyataannya lebih tinggi. Kami berusaha transparan dalam pengecekan ini.
Diharapkan olehnya dengan adanya langkah ini, ketersediaan gas LPG 3 kg di daerah setempat tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh gas dengan harga yang sesuai ketentuan.
"Kita semua mengharapkan distribusi gas LPG 3 kg berjalan lancar dan aman. Tim akan terus melaporkan hasil pengecekan ini secara tertulis dan lisan kepada pimpinan. Tim dari bidang perdagangan juga akan menyusun laporan lengkap untuk pimpinan kami," pungkasnya.
(A)










.jpg)






