- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
Pemkab dan Pengusaha Tidak Dilibatkan Soal Warga Tangerang Beli Gas 3 Kg Pakai KTP

Keterangan Gambar : Ilustrasi Gas 3 Kg
Kabupaten Tangerang,- Wacana pembelian gas 3 Kg menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh pemerintah pusat, sepertinya harus di kaji ulang. Sebab kebijakan yang diklaim bisa merealisasikan bantuan subsidi agar tepat sasaran ini, tidak melibatkan sejumlah perangkat pemerintah yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Kabid Perdagangan Kabupaten Tangerang Iskandar, melalui aplikasi WA nya, Selasa (17/01/2023) mengatakan, Disperindag sebagai tangan panjangnya Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak dilibatkan dalam teknisnya.
"Kalau urusan energi kan memang tupoksi pertamina, paling kami koordinasi perihal data aja. Yang saya tahu Pertamina dengan ESDM Provinsi paling kami minta data aja ke sana," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
Senada, Kabid Gas Elpiji 3 kg Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Tangerang Raya Hendro mengatakan, pengusaha tidak pernah diberitahu aturan ini oleh Pemerintah Pusat.
"Kami tidak tahu, tiba-tiba sudah uji coba. Dan dinyatakan uji coba berhasil. Berhasilnya seperti apa? Kita gak tahu," ujarnya, seperti dilansir Radar Banten.com, Senin, (16/01/2023).
Menurut Hendro, pihaknya sempat mempertanyakan aturan ini ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangsel, namun kedua pemda sama-sama tidak dilibatkan.
"Kami sudah mempertanyakan ini. Pemda gak ada yang tahu. Coba tanya Bupati, gak tahu pasti. Bagaimana bisa pemda tidak tahu?" ujarnya.
Hendro mengatakan, niat Pemerintah Pusat agar pembelian gas elpiji 3 Kg tepat sasaran juga dipertanyakan.
"Kalau mau tepat sasaran kan itu sudah ada data masyarakat miskin dari Dinsos dan BPS. Seharusnya bisa dipakai itu. Lalu buat apa pakai KTP? Nanti bagaimana teknis pembeliannya, kan kita tidak tahu," ujarnya.
Hendro menambahkan, jika dengan alasan aturan diberlakukan agar subsidi gas tepat sasaran, mengapa baru saat ini diterapkan.
"Kalau tepat sasarannya sejak kapan? Kenapa baru sekarang bilang tidak tepat sasaran, lalu tahun-tahun sebelumnya bagaimana? Korupsi dong?" ungkapnya.
Sementara itu, Pemkot Tangsel juga belum mengetahui adanya aturan ini. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Ghazali mengaku belum diberitahukan Pemerintah Pusat terkait aturan ini.
"Belum ada informasi dan instruksi ke kami. Sejauh ini belum ada arahan dari ESDM Provinsi Banten terkait aturan ini," ujarnya.
Ghazali mengatakan, Pemerintah Pusat sendiri pada November tahun lalu di Ciledug, Kota Tangerang sudah menguji cobakan pembelian gas elpiji 3 kg menggunakan KTP.
"Hanya saja, saat itu Pemkot Tangsel tidak dilibatkan. Uji coba sudah di November tahun lalu, tapi hanya Pertamina saja. Masyarakat juga tidak diberitahu. Kami juga hanya mendapat laporan saja," tutupnya. ** (Red)

















