- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Pemkab Barito Selatan Cari Solusi Penyerapan Anggaran

MEGAPOLITANPOS.COM Wakil Ketua II DPRD Barsel Hj Enung Irawati berharap kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan khususnya satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemkab Barsel.
“Untuk dapat mencari solusi dalam penyerapan disetiap tahun anggaran, agar tidak menumpuk di akhir tahun,” ujar Enung Irawati kepada wartawan, Kamis (4/05/2023).
Enung sapaan akrabnya itu juga mengatakan, setiap tahun penyerapan anggaran selalu sedikit diawal tahun dan menumpuk di akhir tahun.
Baca Lainnya :
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
Karena itu kedepan Pemkab Barsel harus mencari solusi dalam penyerapan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barsel.
Sehingga penyerapan anggaran bisa lebih baik dari tahun sebelumnya dan jangan penyerapan anggaran itu selalu menumpuk di akhir tahun anggaran.
Politisi Partai Golkar Barsel itu mengatakan, persentase penyerapan anggaran di triwulan pertama, kedua dan ketiga selalu sedikit dan kecil, lalu ketika di tri wulan keempat atau di bulan Desember penyerapan anggaran baru bisa maksimal 100 persen.
Lambatnya penyerapan anggaran setiap tahun tersebut, terkesan bahwa sejumlah kepala SOPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Barsel, takut menggunakan anggaran itu, karena takut apabila salah dan harus berhadapan dengan pihak penegak hukum.
“Kami sangat berharap kedepan antara Pemerintah Kabupaten Barsel dan aparat penegak hukum di Barsel, bisa besenergi mencari solusi.
Agar anggaran yang di gunakan Pemerintah Kabupaten Barsel terutama SOPD Barsel tidak sampai melanggar hukum dan dapat sesuai target penyerapannya,” katanya. ** (As)


.jpg)













