- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
- Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat EDRR 2026, Teknologi AI Jadi Andalan
Pemkab Barito Selatan Cari Solusi Penyerapan Anggaran

MEGAPOLITANPOS.COM Wakil Ketua II DPRD Barsel Hj Enung Irawati berharap kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan khususnya satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemkab Barsel.
“Untuk dapat mencari solusi dalam penyerapan disetiap tahun anggaran, agar tidak menumpuk di akhir tahun,” ujar Enung Irawati kepada wartawan, Kamis (4/05/2023).
Enung sapaan akrabnya itu juga mengatakan, setiap tahun penyerapan anggaran selalu sedikit diawal tahun dan menumpuk di akhir tahun.
Baca Lainnya :
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
Karena itu kedepan Pemkab Barsel harus mencari solusi dalam penyerapan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barsel.
Sehingga penyerapan anggaran bisa lebih baik dari tahun sebelumnya dan jangan penyerapan anggaran itu selalu menumpuk di akhir tahun anggaran.
Politisi Partai Golkar Barsel itu mengatakan, persentase penyerapan anggaran di triwulan pertama, kedua dan ketiga selalu sedikit dan kecil, lalu ketika di tri wulan keempat atau di bulan Desember penyerapan anggaran baru bisa maksimal 100 persen.
Lambatnya penyerapan anggaran setiap tahun tersebut, terkesan bahwa sejumlah kepala SOPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Barsel, takut menggunakan anggaran itu, karena takut apabila salah dan harus berhadapan dengan pihak penegak hukum.
“Kami sangat berharap kedepan antara Pemerintah Kabupaten Barsel dan aparat penegak hukum di Barsel, bisa besenergi mencari solusi.
Agar anggaran yang di gunakan Pemerintah Kabupaten Barsel terutama SOPD Barsel tidak sampai melanggar hukum dan dapat sesuai target penyerapannya,” katanya. ** (As)










.jpg)






