- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi
- Peringati HUT TNI Ke-81, Danrem Olahraga Bersama 2000 Masyarakat.
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
Pemerintah Fasilitasi Kampus Permudah Cetak Wirausaha Baru

MEGAPOLITANPOS.COM, Makassar - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menggandeng sejumlah perguruan tinggi salah satunya Universitas Hasanuddin (UnHas) di Makassar untuk mendorong peningkatan rasio wirausaha muda terutama dari kalangan mahasiswa atau milenial.
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan sejumlah regulasi saat ini juga memungkinkan semakin mudahnya dalam berwirausaha.
“Dengan terbitnya Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan, pemerintah bersama swasta, akademisi dan multi stakeholder lain akan bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan,” kata Menteri Teten Masduki dalam Dialog Entrepreneur Hub dengan tema Wirausaha Mudah di Universitas Hasanuddin di Makassar, Kamis (19/10/2023).
Baca Lainnya :
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
Di dalam Perpres ini disebutkan pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,95 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen di tahun 2024.
Untuk mempercepat realisasi ini KemenKopUKM menggandeng banyak Kampus atau Universitas di Indonesia salah satunya dengan Universitas Hasanuddin (UnHas) melalui program Enterpreneur Hub (E-Hub).
"Kami memang bekerja sama dengan kampus kampus salah satunya dengan UnHas untuk mencetak entrepreneur-entrepreneur muda dari kalangan mahasiswa atau perguruan tinggi untuk menambah persentase kewirausahaan nasional. Kita butuh sekitar 1 juta wirausaha baru dan kita ingin itu dari kalangan kampus," ujarnya.
Menteri Teten menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan berupa pendampingan (inkubasi) hingga akses pendanaan bagi wirausahawan muda terutama dari kalangan mahasiswa dengan syarat memiliki ide atau inovasi pengembangan bisnis yang prospektif.
Dijelaskannya bahwa saat ini sudah banyak enabler atau inkubator bisnis yang siap memberikan pendampingan secara menyeluruh terhadap siapa saja yang memiliki rencana bisnis yang prospektif. Apalagi jika rencana bisnis yang digagasnya dipadukan dengan teknologi informasi.
"Sekarang ini banyak aplikasi, banyak tools yang bisa dimanfaatkan bagi kita yang mau memulai bisnis. Bahkan tidak perlu punya pabrik atau rumah produksi sendiri, dengan ekosistem yang kita bangun seperti rumah produksi bersama atau maklon orang sudah bisa memiliki usaha," kata Menteri Teten.
Menteri Teten meminta para mahasiswa yang sedang dan akan memulai bisnis untuk melihat potensi keunggulan di daerahnya. Sebab dengan mapping yang tepat, perjalanan bisnis yang digeluti akan memiliki daya saing yang tinggi.
"Jadi kalau para inkubator bisnis ini bisa memetakan potensi usaha di masing-masing daerah lalu menghubungkan dengan pembiayaan dan menghubungkan dengan buyer maka akan memudahkan mereka untuk memulai bisnis," kata Menteri Teten.
Demi mempercepat pencapaian target rasio kewirausahaan ini, Menteri Teten mendorong agar kampus atau universitas mulai mengubah pola pikirnya agar anak didiknya kian kreatif untuk menciptakan ide bisnis di tengah studi yang dijalani. Perubahan pola pikir ini bisa dilakukan dengan memasukkan studi khusus kewirausahaan di dalam kurikulum mata kuliahnya.
"Kita harus mulai berbenah dan kita sudah mulai bicara dengan berbagai kampus untuk mengubah kurikulumnya agar tidak menciptakan sarjana menjadi pegawai tapi harus jadi pabrik enterpreuner," ucap Menteri Teten.
Di tempat yang sama Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah menambahkan bahwa dari target penambahan 1 juta wirausaha baru di tahun depan, saat ini telah tercapai 593 ribu. Dia optimistis di sisa waktu yang ada target akan terpenuhi.
Dia menambahkan bahwa di UnHas banyak potensi dari para mahasiswa yang telah memulai bisnis. "Beberapa wirausahawan muda dari UnHas yang terpilih, nanti mereka akan kita undang untuk melakukan business matching atau financial matching. Nanti kita minta mereka mempresentasikan bisnis plannya jadi dihadapan para calon mitra atau investor," kata Siti Azizah.
Rektor UnHas, Jamaluddin Jompa, mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif KemenKopUKM yang menjadikan kampus UnHas sebagai salah satu inkubator bagi pengembangan model bisnis mahasiswa atau kaum milenial.
Di UnHas, kata Jamaluddin, bakal ada kurikulum baru untuk memberikan peluang bagi para wirausahawan muda atau mahasiswa untuk mengembangkan diri menjadi enterpreneur selama satu semester. Dengan kurikulum ini diharapkan lulusan UnHas bisa menjadi wirausahawan yang andal.
"Kami mewajibkan di prodi ekonomi untuk ada kewirausahaan, kami juga memiliki direktorat inkubator teknologi dan kewirausahaan. Selain itu kami juga memiliki science technopark untuk memastikan proses-proses inovasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa," kata Jamaluddin.(Reporter Achmad Sholeh Alek)


.jpg)






.jpg)





