- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Menkop Budi Arie Yakini Kopdes, Kelurahan Merah Putih Perangi Kemiskinan
.jpg)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan dilaunching Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli nanti, sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk memerangi kemiskinan dan ciptakan pembangunan yang berkeadilan.
"Serta menjadikan koperasi sebagai kekuatannya hingga berkelas dunia," ucap Menkop, saat menerima audiensi CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat (Inkur) Suroto dan Regional Director of International Cooperative Aliance (ICA) Balu lyer, membahas berbagai isu perkembangan gerakan koperasi dunia, di Jakarta, Kamis (10/7).
Menkop merujuk Jepang yang memiliki jaringan koperasi pertanian (Japannesse Agriculture Zen-noh) dengan asetnya enam kali lipat dari Honda. Lalu, Amerika Serikat yang mampu membangun Koperasi Listrik yang dimiliki pelanggan yang beroperasi di seluruh negara bagian.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Dukung Penghargaan Koperasi Berkelanjutan, 34 Koperasi Terbaik Terima Award 2026
- Realisasi Anggaran Kemenkop Lampaui Rp1 Triliun, Penguatan KDKMP Jadi Prioritas Nasional
- Petani Tebu Dapat Kepastian Pasar, Pemerintah Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Gula
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Menkop berharap dalam rangka merayakan Tahun Koperasi Internasional 2025 akan diselenggarakan kegiatan seminar internasional dengan mengundang berbagai koperasi besar dunia dan Asia Pasifik.
"Ini untuk saling belajar dan mendorong masyarakat dapat memanfaatkan organisasi koperasi untuk menjawab berbagai isu penting dunia, terutama masalah kesenjangan ekonomi," ucap Menkop.
Menkop berkeinginan koperasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat dan menjadi mainstream dalam lintas bisnis modern. "Bagaimana agar koperasi dapat bekerja di semua sektor ekonomi strategis seperti di negara lain," tegas Menkop Budi Arie.
Di dalam seminar internasional mendatang, Menkop juga ingin belajar dari sukses koperasi di tingkat Asia Pasifik, seperti Koperasi Konsumen NTUC Fair Price, Singapura, yang kuasai pangsa pasar ritel hingga 62%, hingga koperasi susu Amul yang besar milik jutaan peternak sapi dan menjadi perusahaan susu terbesar di India.
"Saya berharap koperasi tidak lagi menjadi pemain pinggiran, namun menjadi pelaku utama dan menjadi soko guru ekonomi," ucap Menkop.
Sementara itu, Balu Iyer menyampaikan bahwa ada 321 organisasi koperasi tingkat nasional dan organisasi internasional yang menjadi anggota ICA yang mewakili 100 negara lebih. "ICA adalah organisasi internasional tertua di dunia dengan keanggotaan individu paling besar dengan jumlah anggota sebanyak 1,3 miliar orang," terang Balu Iyer.
Saat ini, lanjut Balu Iyer, baru Inkur yang menjadi anggota ICA. Balu ingin agar pemerintah mendorong aktivasi keanggotaan organisasi koperasi lainnya di ICA.
"Peran ICA adalah mempromosikan keunggulan koperasi sebagai alternatif jawaban atas masalah isu distribusi kesejahteraan, perangi kesenjangan, dan kemiskinan, serta wujudkan pembangunan berkelanjutan," papar Balu Iyer.
Balu Iyer menambahkan, ICA memiliki kontribusi signifikan besar bagi pembangunan berkelanjutan untuk hampir seluruh isu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDGs).
"Karena itulah kenapa Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional atau IYC 2025," ujar Balu Iyer.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















