Breaking News
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya.
- Basarnas Sebut Satu Kru Helikopter Super Puma Meninggal Dunia dalam Musibah di Sungai Barito
- Pemerintah Beri Diskon 30 Persen Tiket KAI Menjelang Libur Akhir Tahun
- DPRD Dukung Pembinaan Pencak Silat, Gun Sriwitanto, Isi Waktu Remaja dengan Kegiatan Bermanfaat
- Wamen Ekraf Dorong Mahasiswa Sulap Hasil Penelitian Jadi Bisnis Kreatif
- Kuliner hingga Fesyen, 140 UMKM Meriahkan Kemang Fest 20
- Nurhadi Gelar Sarasehan Kebangsaan Desa Sidomulyo dan Ngrejo \" Wawasan Kebangsaan dan Penjaga Konstitusi.
- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
LSM Portas Pertanyakan Kinerja Satpol PP Kota Tangerang

MEGAPOLITANPOSCOM,Kota Tangerang – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Portas mempertanyakan kinerja Satpol PP Kota Tangerang selaku penegak Perwal, sesuai dengan Poksinya Satpol selain melakukan Penegakan juga melakukan pengawasan pembangunan yang belum memiliki ijin. Seperti halnya proyek pembangunan gudang Plafon yang berada di Kampung Gaga RT. 01 RW. 01, Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, diduga tidak kantongi izin PBG. Di lokasi tersebut, terdapat Pamplet berwarna putih di pintu gerbang masuk, yang bertulis dilarang masuk kedalam pekarangan lahan tersebut tanpa izin, jika melanggar mendapat ancaman pidana penjara 9 bulan sesuai pasal 167 KUHP, ironisnya terlihat para pekerja tidak di lengkapi K3. Diduga proyek bangunan yang masih dalam pengerjaan tersebut terkesan diabaikan serta luput penindakan pemerintah Kota Tangerang, Yakni Satpol PP Kota Tangerang. Saat di konfirmasi HN salah satu pekerja pembagunan proyek gudang plafon tersebut mengatakan, Satpol PP Kota Tangerang sering datang kesini, sudah tiga kali ketemu bos. "Tapi saya tidak tau kedatanganya untuk apa, bahkan Trantib Kecamatan juga kesini," ungkap HN, Jumat tanggal 7 Januari 2022 lalu. Sementara Hilman Santosa, LSM Portas, Selasa (11/01/2022) sangat menyayangkan pembangunan gudang plafon tidak adanya tindakannya tegas dari Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, padahal Satpol PP Baik dari tingkat Kecamatan sampai tingkat Kota Tangerang sudah tiga kali ke lokasi bangunan. "Seharusnya ada regulasi tindakan tegas dengan cara disegel dan stop kerjaannya, apalagi sudah 3 kali cek lokasi. Ada apa dengan Satpol PP," ujarnya. Jika seperti ini lanjut Hilman, dirinya akan membuat surat audiensi ke Inspektorat dan BKPSDM Kota Tangerang untuk mempertanyakan Kinerja Satpol PP, upaya ini ditempuh agar kinerja yang dilakukan bisa berdampak pemasukan kas negara, dengan cara sidang tipiring bagi pemilik bangunan yang belum miliki izin, pasalnya regulasi Izin PBG sedang masa proses sistem. Saat dikonfirmasi via telepon Whatsaap, Wawan Lurah Kedaung Baru, membenarkan adanya pembangunan gudang plafon. Namun dirinya tidak mengetahui siapa pemilik bangunan tersebut. “Saya tidak tau siapa pemilik, apa lagi nama perusahaan, coba abang koordinasi dan komunikasi dengan Ketua RT atau RW setempat,” tuturnya. Sampai berita ini ditayangkan, belum ada kutipan resmi dari Pihak Satpol PP Kota Tangerang dan Pemilik Gudang Plafon. (Red/KJK)
















