- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat _Live_ TikTok.
Lantik Pejabat Eselon 1, Menkop Fokus Wujudkan 16 Program Prioritas

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi melantik empat pejabat Eselon 1 di jajaran Kementerian Koperasi (Kemenkop)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi melantik empat pejabat Eselon 1 di jajaran Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mensukseskan 16 Program Prioritas yang sudah dicanangkan. Keempat pejabat tersebut adalah Ahmad Zabadi (Sekretaris Kemenkop), Herbert Siagian (Deputi Bidang Pengawasan Koperasi), Rulli Nuryanto (Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro), dan Henny Navilah (Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga).
"Ada 16 Program Prioritas yang harus diselesaikan," tegas Menkop, pada acara pelantikan Pejabat Eselon 1 Kemenkop, di Jakarta, Senin (2/12).
Program-program prioritas tersebut diantaranya penuntasan revisi UU Perkoperasian, pendirian bank koperasi, produksi minyak makan merah, Sarjana Penggerak Koperasi (SPK), pembebasan Kredit Usaha Tani (KUT), hingga keterlibatan koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis.
Baca Lainnya :
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
"Tentunya, program-program yang telah ditetapkan merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kerja kita semua, kerja cepat, dan kerja efektif menjadi kunci Kemenkop," ucap Menkop.
Oleh karena itu, Menkop Budi mengajak jajarannya untuk menuntaskan satu persatu dari 16 program tersebut. "Penting juga bagi kita untuk bekerja mencapai target program-program prioritas. Bahkan, pekerjaaan-pekerjaan yang melibatkan antar kedeputian harus dikoordinasikan dengan baik," ucap Menkop.
Menkop berharap, komunikasi masing-masing kedeputian harus dipastikan lancar. "Terlalu besar target yang kita selesaikan jika hanya mengandalkan kedeputian tertentu. Sehingga, kerjasama tim menjadi kewajiban bagi kita," kata Menkop.
Menkop menekankan keinginannya untuk menghilangkan ego sentris masing-masing kedeputian. "Saya yakin, dengan proses bekerja yang baik juga akan menghasilkan output kerja yang positif. Artinya, kerjasama tim menjadi yang utama untuk mencapai target," kata Menkop.
Lebih dari itu, Menkop mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian besar terhadap peran koperasi dalam pembangunan selama lima tahun ke depan. "Maka, kita harus bisa menjawab kepercayaan Presiden dan Wapres untuk meningkatkan produktifitas koperasi, serta mensejahterakan anggota koperasi," kata Menkop.
Terlebih lagi, lanjut Menkop, peran Kemenkop dapat menjadi sangat strategis karena keterlibatan koperasi dalam Asta Cita nomor 2, 3, dan 5. "Presiden dan Wapres memberikan ruang yang luas bagi koperasi untuk berkontribusi dalam mensejahterakan masyarakat," kata Menkop.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kemenkop (SesKemenkop) Ahmad Zabadi menggarisbawahi dan memastikan peran organisasi Kemenkop bisa berjalan dengan efisien dan efektif, agar bisa cepat beradaptasi dengan kebutuhan koperasi moderen. "Apalagi, pada Rancangan Awal RPJMN 2025-2029, Kemenkop memiliki tugas mendukung swasembada pangan, revitalisasi KUD, hilirisasi, dan industrialisasi," ucap Zabadi, usai pelantikan. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)









