- Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar
- Suswati : Hari Santri Nasional Bagian Intergral Wujudkan Generasi Muda yang Akhlaqul Kharimah.
- Danramil 01/Tgr Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026.
- Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan.
- Patroli Malam, Babinsa Dan Komduk Pastikan Wilayah Aman.
- Direktur Tim HRI Alvin Bahar Puji Konsistensi Pembalap Muda Mereka
- Kementerian UMKM Percepat Pemulihan UMKM di Kepulauan Nias melalui Tiga Program Terintegrasi
- Koramil 08/Pamulang Gelar Program Army Go To School di SMK Sasmita Jaya 1.
- Menhub Dudy Bertemu Kapolri Jenderal Suyudi, Perkuat Kolaborasi Sektor Transportasi
- Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana Raih Penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026
Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Majalengka Dena M Ramdhan dan Ketua EKRAF H Baya.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Majalengka Creative Festival 2026 menjadi salah satu upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan memperkenalkan produk unggulan daerah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini resmi dibuka Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan di Majalengka Creative Center, Kamis (22/10/2026).
Festival tersebut menghadirkan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal melalui kreativitas, budaya, kuliner, kerajinan, seni, dan musik.
Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar
- Danramil 01/Tgr Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026.
- 33,89 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Tapi di Majalengka Hanya Simbolis
- Gugatan Hamzah Tak Dapat Diterima, PDIP Majalengka Tegaskan Posisi Sandi
- Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Tersangka Diamankan
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kualitas produk, pengemasan, dan perluasan pemasaran menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar produk lokal semakin kompetitif.
"UMKM merupakan salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pelaku usaha perlu mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kemasan, dan memperluas jangkauan pemasaran," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka juga mendorong Gerakan Akselerasi UMKM Naik Kelas (GASIK). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan pengemasan dan pengembangan produk.
Dalam pemaparan kegiatan, bantuan modal sebesar Rp 10 juta bagi setiap UMKM peserta terpilih turut disebut sebagai bagian dari program tersebut. Namun, mekanisme, persyaratan penerima, dan waktu penyalurannya perlu merujuk pada ketentuan resmi pemerintah daerah.
Ketua Ekonomi Kreatif (EKRAF) Majalengka, H. Baya, menekankan pentingnya mengembangkan potensi budaya dan sejarah daerah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Baya, kekayaan lokal perlu digali dan dikembangkan melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan produk yang berpotensi mendukung kegiatan usaha masyarakat.
Ia menjelaskan, EKRAF Majalengka telah berjalan sekitar satu tahun tiga bulan. Dalam perkembangannya, organisasi tersebut membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan pemerintah daerah, untuk menggali potensi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan.
"Majalengka Creative Festival 2026 berlangsung selama tiga hari dengan agenda yang mencakup pengenalan produk UMKM, kegiatan showbiz, serta hiburan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memberikan ruang bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan karya dan memperluas jejaring.," jelasnya.
Baya menambahkan, peran EKRAF berfokus pada penggalian dan pengembangan potensi kreatif hingga menghasilkan gagasan maupun produk. Adapun pembinaan usaha selanjutnya dapat dilakukan melalui sektor UMKM agar produk yang dihasilkan memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan.
"Pengembangan makanan khas dan pemanfaatan bahan baku lokal juga menjadi bagian dari potensi yang dapat terus dikembangkan. Dengan peningkatan kualitas dan pemasaran, produk daerah diharapkan memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas," harapnya.
Diakhir ia menambahkan, keberlanjutan menjadi hal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Promosi melalui festival perlu diikuti upaya penguatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, dan perluasan akses pemasaran agar manfaat kegiatan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Melalui Majalengka Creative Festival 2026, potensi budaya, kreativitas, dan produk lokal diharapkan semakin dikenal serta mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Majalengka," tutupnya. ** (Agit)















