- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung - Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari menekankan pentingnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam memperkuat akses pembiayaan, meningkatkan keberlanjutan usaha, dan mengokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi desa/kelurahan yang mandiri, sebagai perwujudan Asta Cita kedua dan keenam menuju Indonesia Emas.
“Saya harapkan forum ini juga dapat dimanfaatkan sebagai jejaring untuk saling belajar dari pengalaman para pelaku koperasi yang telah mengakses berbagai skema pembiayaan. Bertukar informasi, berdiskusi, dan sarana membangun jejaring usaha," kata Destry dalam keterangannya, Bandung, Selasa (4/5/2026).
Seminar Skema Akses Pembiayaan pada Arsitektur Keuangan Koperasi di Kota Bandung dihadiri lebih dari 80 peserta. Kemenkop menghadirkan narasumber yang dapat memberikan informasi pendalaman terkait akses pembiayaan. "Bagaimana mendapatkan akses pembiayaannya, apa yang dibutuhkan, untuk apa pinjaman akan digunakan, berapa banyak modal yang dibutuhan, serta bagaimana strategi pengembaliannya”, jelas Destry.
Baca Lainnya :
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
Selain itu, Destry menambahkan, LPDB Koperasi telah memiliki program inkubator. Saat ini telah dibuka tenant untuk pendaftaran program inkubasi koperasi yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi eksisting maupun Kopdes Merah Putih.
"Terdapat potensi desa untuk diolah menjadi nilai tambah dan dikembangkan bersama-sama dalam ekosistem Kopdes Merah Putih untuk kesejahteraan bersama," kata Destry.
Menurut Destry, seminar ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, peluang, dan tantangan pembiayaan yang dihadapi Kopdes Merah Putih. Peserta seminar juga diberi pemahaman mengenali potensi lokal yang bisa diolah, diproduksi, dipasarkan, dan dikembangkan melalui koperasi desa.
"Mereka dikenalkan dan diarahkan untuk mengakses permodalan baik dari modal sendiri, modal dari lembaga keuangan bank, LKBB seperti kolaborasi dengan koperasi eksisting, LPDB Koperasi, maupun sumber pembiayaan alternatif lainnya, misal melalui modal penyertaan”, papar Destry.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, menyampaikan hingga saat ini telah terbentuk 5.957 Kopdes Merah Putih di Jawa Barat dengan 684 gerai sudah terbangun 100%.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Ketua Kopdes Merah Putih Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi berbagi success story bahwa Kopdes Merah Putih yang dipimpinnya mendapatkan omset Rp6,08 miliar pada tahun 2025 dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp92 juta.
Pencapaian ini diraih berkat akses Modal Penyertaan awal sebesar Rp2 Miliar dari KSP Citra Mandiri Jawa Barat dengan bagi hasil 60% untuk KDMP dan 40% untuk KSP Citra Mandiri Jabar.
“Bagi kami, tentunya ini tidak mudah. Kami merupakan penggabungan dari koperasi sebelumnya. Ini hasil dari program Inkubasi di Kabupaten Bandung yang disampaikan oleh Prof Ida.” ungkap Dedi.
Seminar menghadirkan tiga narasumber yang dipandu oleh moderator Agung Irianto selaku Tim Mentor Program Magang Nasional Kopdes Merah Putih. Dua narasumber lainnya yakni Prof. Dr. Ida Hindarsah, S.Sos., Wakil Dekan III FISIP Universitas Pasundan dan Dr. Suwandi S. Sarjo, S.E., M.Si pakar di bidang koperasi dan UMKM.
Pesan kunci yang menguat dari ketiga narasumber adalah bahwa Kopdes Merah Putih harus diposisikan sebagai entitas bisnis yang sehat, dengan tata kelola yang baik, model bisnis yang jelas, dan nilai tambah produk yang nyata. Pembiayaan ditempatkan sebagai katalisator, bukan sebagai tujuan akhir.
Dengan fondasi tersebut, Kopdes Merah Putih akan menjadi bankable dan layak mengakses berbagai skema pembiayaan yang telah tersedia.
Turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta, Kepala Biro Umum dan Keuangan Kementerian Koperasi, Direktur Utama LPDB Koperasi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















