- Hari Santri 2026, Nurul Anwar Ajak Santri Terus Belajar dan Berkarya
- Hari Santri 2026, Benny Siswanto Dorong Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
Kapolres Majalengka Bongkar Modus COD Miras, Warga Diminta Melapor

Keterangan Gambar : Pemusnahan Miras ketiga kalinya di Polres Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Majalengka mulai menggunakan modus baru. Para pelaku kini menghindari penyimpanan stok dalam jumlah besar dan memilih pola penjualan tertutup dengan sistem cash on delivery (COD).
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldi Sulaeman mengungkapkan perubahan modus tersebut setelah jajarannya melakukan serangkaian operasi pemberantasan miras di wilayah Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, pelaku kini lebih berhati-hati. Jika sebelumnya miras disimpan dalam jumlah banyak, saat ini sebagian pelaku hanya menyimpan sekitar tiga hingga empat botol dan baru mengeluarkan barang ketika ada pesanan.
Baca Lainnya :
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
"Modusnya sekarang lebih tertutup, termasuk menggunakan sistem COD. Mereka tidak lagi menyimpan stok dalam jumlah besar," ujar AKBP Muhammad Aldi Sulaeman saat pemusnahan barang bukti miras di Mapolres Majalengka, Senin (14/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian. Sebab, pola penjualan secara langsung dengan sistem COD membuat aktivitas peredaran miras lebih sulit terdeteksi dibandingkan toko atau tempat penyimpanan yang memiliki stok dalam jumlah besar.
Meski demikian, Kapolres memastikan jajaran Polres Majalengka akan terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap berbagai pola distribusi miras.
Dalam operasi tahap ketiga, polisi kembali memusnahkan 2.700 botol miras. Jika digabungkan dengan dua periode sebelumnya, total barang bukti yang telah diamankan mencapai lebih dari 20.000 botol.
Data tersebut juga menunjukkan tren penurunan hasil sitaan, dari sekitar 11.000 botol pada periode pertama, kemudian 6.200 botol pada periode kedua, hingga 2.700 botol pada periode ketiga.
Kapolres Minta Warga Tak Diam
Di tengah perubahan modus tersebut, AKBP Muhammad Aldi Sulaeman meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran miras di lingkungannya.
Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting untuk membantu polisi mengungkap jaringan penjualan yang kini semakin tertutup.
"Kalau masyarakat mengetahui adanya peredaran miras, silakan segera laporkan kepada kepolisian," tegasnya.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110, WhatsApp, maupun media sosial resmi kepolisian.
Kapolres menegaskan, laporan masyarakat akan menjadi salah satu bahan penting bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan menentukan langkah penindakan di lapangan.
Ia juga mengingatkan para pelaku agar tidak menganggap perubahan modus penjualan menjadi celah untuk menghindari hukum.
"Jangan merasa aman karena menggunakan sistem COD atau menyimpan barang dalam jumlah sedikit. Kami akan terus melakukan penindakan," ujarnya.
Pemberantasan miras ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda untuk menciptakan wilayah yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari dampak buruk minuman keras. ** (Agit)
















