- Patroli Malam, Koramil /Tangerang Sisir Sejumlah Ruas Jalan Cegah Gangguan Kamtibmas.
- Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman dan Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Majalengka, Senin (29/6/2026), berubah menjadi panggung kritik sosial yang mengguncang. Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara terbuka menyoroti fenomena "ayah absen" yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
Di hadapan jajaran Forkopimda, pejabat daerah, hingga tokoh masyarakat, Bupati melontarkan pernyataan keras: krisis keluarga saat ini bukan sekadar persoalan domestik, melainkan bom waktu sosial yang bisa berdampak pada stabilitas daerah hingga nasional.
"Jangan bangga hanya jadi pencari nafkah! Banyak anak kehilangan arah bukan karena miskin, tapi karena kehilangan sosok ayah," tegasnya lantang, memantik perhatian seluruh peserta upacara.
Baca Lainnya :
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- Tim Bola Voli Merpati Blitar Raih Juara 2
- Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita
Upacara yang digelar di Lapangan Setda Majalengka itu tak lagi sekadar seremoni tahunan.
Tema "Ayah Wajib Hadir" menjelma menjadi seruan moral sekaligus sinyal politik pembangunan manusia yang lebih serius. Pemerintah daerah menilai, tanpa keluarga kuat, mimpi Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi slogan kosong.
Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, turut memperkuat pesan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi sering menjadi akar rapuhnya keluarga, sehingga intervensi sosial melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
"Kemiskinan bisa memisahkan peran ayah dari keluarganya. Maka penguatan ekonomi adalah kunci agar ayah bisa benar-benar hadir," ujarnya.
Pernyataan-pernyataan dalam momentum Harganas ini dinilai sebagai bentuk keberanian pemerintah daerah membuka realita pahit di tengah masyarakat banyak keluarga kehilangan figur ayah yang utuh bukan secara fisik, tapi secara emosional dan spiritual.
Suasana makin emosional saat Bupati bersama Ketua TP-PKK menyanyikan lagu "Ayah" di akhir acara. Namun di balik kehangatan itu, tersimpan pesan keras jika peran ayah terus diabaikan, generasi mendatang terancam kehilangan arah.
Harganas 2026 di Majalengka akhirnya bukan sekadar peringatan melainkan peringatan keras. Bahwa krisis keluarga sudah di depan mata, dan perubahan harus dimulai sekarang, dari rumah, dari sosok ayah yang benar-benar hadir. ** (Agit)

.jpg)













