- Hari Santri 2026, Nurul Anwar Ajak Santri Terus Belajar dan Berkarya
- Hari Santri 2026, Benny Siswanto Dorong Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman dan Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Majalengka, Senin (29/6/2026), berubah menjadi panggung kritik sosial yang mengguncang. Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara terbuka menyoroti fenomena "ayah absen" yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
Di hadapan jajaran Forkopimda, pejabat daerah, hingga tokoh masyarakat, Bupati melontarkan pernyataan keras: krisis keluarga saat ini bukan sekadar persoalan domestik, melainkan bom waktu sosial yang bisa berdampak pada stabilitas daerah hingga nasional.
"Jangan bangga hanya jadi pencari nafkah! Banyak anak kehilangan arah bukan karena miskin, tapi karena kehilangan sosok ayah," tegasnya lantang, memantik perhatian seluruh peserta upacara.
Baca Lainnya :
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
- HUT ke-67 Pemuda Pancasila Majalengka, Enther Nizar Tekankan Soliditas dan Aksi Sosial
Upacara yang digelar di Lapangan Setda Majalengka itu tak lagi sekadar seremoni tahunan.
Tema "Ayah Wajib Hadir" menjelma menjadi seruan moral sekaligus sinyal politik pembangunan manusia yang lebih serius. Pemerintah daerah menilai, tanpa keluarga kuat, mimpi Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi slogan kosong.
Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, turut memperkuat pesan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi sering menjadi akar rapuhnya keluarga, sehingga intervensi sosial melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
"Kemiskinan bisa memisahkan peran ayah dari keluarganya. Maka penguatan ekonomi adalah kunci agar ayah bisa benar-benar hadir," ujarnya.
Pernyataan-pernyataan dalam momentum Harganas ini dinilai sebagai bentuk keberanian pemerintah daerah membuka realita pahit di tengah masyarakat banyak keluarga kehilangan figur ayah yang utuh bukan secara fisik, tapi secara emosional dan spiritual.
Suasana makin emosional saat Bupati bersama Ketua TP-PKK menyanyikan lagu "Ayah" di akhir acara. Namun di balik kehangatan itu, tersimpan pesan keras jika peran ayah terus diabaikan, generasi mendatang terancam kehilangan arah.
Harganas 2026 di Majalengka akhirnya bukan sekadar peringatan melainkan peringatan keras. Bahwa krisis keluarga sudah di depan mata, dan perubahan harus dimulai sekarang, dari rumah, dari sosok ayah yang benar-benar hadir. ** (Agit)
















