- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
Festival Tunas Bahasa Ibu ke 3 Barito Utara, Momentum Peluncuran Penerapan Bahasa Daerah di Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh– Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan penerapan bahasa daerah di seluruh sekolah se-Barito Utara, bertepatan dengan pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) ke-3 tahun 2025.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis, di Café Kopi Itah, Sabtu (18/10/2025).
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin T. Surapati, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan FTBI tahun ini berlangsung selama dua hari, mulai 18 hingga 19 Oktober 2025, dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Café Kopi Itah dan SMPN 2 Muara Teweh.
Baca Lainnya :
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
Menurut Syahmil, tujuan kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan, Mendeseminasikan, serta mempublikasikan Program Implementasi model perlindungan bahasa daerah.
Selain itu juga untuk meningkatkan sikap Positif terhadap bahasa daerah, serta mutu penggunaannya di lingkungan pendidikan,
Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi kepala sekolah, guru master, guru pendamping, dan siswa yang telah berkontribusi aktif dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.
Tahun ini tercatat 47 sekolah dari jenjang SD dan SMP yang berpartisipasi, dengan total 206 peserta. Berbagai kategori lomba yang dilaksanakan meliputi Karungut, Dongkoi, Komedi Tunggal, Cipta Puisi, Mendongeng, Pidato, dan Menulis Cerita Pendek.
Syahmiludin juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Barito Utara telah secara konsisten menyelenggarakan kegiatan FTBI sejak tahun 2023 hingga 2025, dan keberhasilan tersebut telah mengantarkan Kabupaten Barito Utara menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan RI.
“Tentunya capaian ini tidak terlepas dari dukungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Kami berharap tahun ini Barito Utara kembali meraih penghargaan, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional,” ungkapnya optimis.
Lebih lanjut, pada tahun 2025 ini terdapat penambahan bahasa daerah yang direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan untuk wilayah Barito Utara, yaitu bahasa Tewoyan, yang melengkapi dua bahasa sebelumnya yakni Bahasa Bakumpai dan Bahasa Maanyan.
Dalam kesempatan yang sama, Syahmiludin juga mengumumkan Launching Penerapan Bahasa Daerah di Lingkungan Sekolah se-Kabupaten Barito Utara, yang dikukuhkan melalui Instruksi Bupati Barito Utara Nomor 400.3.5/897.a/DISDIK/X/2025 tanggal 6 Oktober 2025.
“Momentum hari ini menjadi kebanggaan kita bersama. Penerapan bahasa daerah di sekolah merupakan langkah nyata dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri daerah,” tutur Syahmiludin.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan semangatnya dalam melestarikan bahasa ibu.
“Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menguasai bahasa daerah dengan baik. Jangan lupa untuk selalu berbangga dengan budaya dan bahasa kita sendiri,” pungkas Syahmiludin, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara.
(Anti)















