- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
DPRD Bersama Pemkab Dan Forum Komunikasi Honorer R2 R3 Kabupaten Barito Utara, Gelar RDP Terkait Percepatan Penataan Tenaga Non ASN di Kabupaten Barito Utara


MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - DPRD gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)terkait percepatan penataan tenaga non ASN di Kabupaten Barito Utara, dipimpin oleh Waket II DPRD Hj Henny Rosgiaty Rusli, serta di dampingi oleh anggota DPRD Barut lainnya.
Dilaksanakan diruang rapat DPRD Barito Utara, Senin (10/02/2025)
Dikatakan oleh Hj Henny bahwa RDP ini dilaksanakan untuk mencari solusinya bagaimana terkait masalah tenaga non ASN (R2,R3) yang ada di Barito Utara ini
Baca Lainnya :
- Jakarta Fair 2026 Sukses Besar, Ribuan Pelaku Usaha Dongkrak Perputaran Ekonomi Jakarta
- Hari Terakhir Jakarta Fair 2026, Diskon hingga 80 Persen dan Pesta Kembang Api Siap Memukau
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- Jakarta Fair 2026 Tembus 4 Juta Pengunjung, JIEXPO Optimistis Capai Target 6 Juta
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
Kegiatan yang di ikuti oleh anggota DPRD Barito Utara, dari pemkab dihadiri oleh Pj Sekda Drs Jufriansyah, 10 perwakilan R2 / R3, Kadis Instansi lingkup Pemkab Barito Utara.
Sebenarnya kata Hj Heny pihak dewan sangat menginginkan RDP ini bersama Pj Bupati Barito Utara, untuk bersama - sama mencari solusi nya, namun sampai saat ini Pj Bupati masih berada diluar sehingga belum bisa hadir. Padahal penjadwalan RDP sudah dijadwalkan dijauh hari sebelumnya.
" Saya sempat kaget juga, saya pikir beliau hadir tapi tidak mengapa, nanti kita akan ambil kesimpulannya seperti apa, disini nanti akan kita cari solusi terbaik nya seperti apa dan bagaimana," ucapnya mengawali RDP ini.
Pada kesempatan ini perwakilan dari tenaga honorer menyampaikan beberapa hal keinginan dan menjadi tuntutan mereka.
Sepert yang disampaikan oleh Forum Honorer R2 - R3 Kabupaten Barito Utara, Muhamad Anan. Dia menyampaikan atas nama seluruh Honorer R2 dan R3 meminta kejelasan agar R2 dan R3 bisa diangkat menjadi penuh waktu.
Karena kata Anan, sesuai undang - undang ASN no 20 tahun 2023, pasal 66 bahwa seluruh non ASN (Honorer R2 / R3 ) dilingkungan Pemerintah wajib diselesaikan paling lambat Desember 2024.
Mengingat dirinya dan beberapa honorer lainnya yang pengabdiannya di atas 10 hingga 20 tahun, namun tidak dapat lulus tes PPPK.
"Berdasarkan hal itu kami disini datang untuk memperjuangkan nasib kami, dan ini mohon untuk bisa diperhatikan dan dapat mengangkat kami sebagai PPPK penuh waktu," ucapnya Anan.
Sementara perwakilan yang lainnya pula menambahkan dan memohon, jika memang kouta nya tidak memungkinkan, maka yang diangkat itu berdasarkan lama pengabdiannya.
"Yang jadi pertanyaan kami kenapa yang baru dua tahun bisa masuk dan lulus, dan hal ini yang menjadi salah satu dasar kami membawa ini kesini," ucap salah satu perwakilan tersebut.
Mereka mengharapkan dengan sangat agar yang diangkat itu nantinya berdasarkan lama pengabdiannya.
RDP kali ini setelah mendengarkan masukan dan saran dari berbagai pihak akhirnya menghasilkan beberapa kesimpulan dan kesepakatan :
1. DPRD Kabupaten Barito Utara meminta data PPPK ke Pemerintah Daerah yang akan diangkat menjadi PPPK paruh waktu (R2/R3) dan data tenaga non ASN yang tidak masuk database dengan masa kerja diatas 2 tahun dan dibawah 2 tahun.
2. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Barito Utara akan memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat untuk menjadikan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu dan Tenaga non ASN diatas 2 tahun dan dibawah 2 tahun bisa diakomodir menjadi tenaga PPPK.
3. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Barito Utara akan melakukan penjadwalan Kunjungan.
(A)










.jpg)






