- Demi Keselamatan Siswa, DKI Jakarta Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Mulai Besok
- PDI-P Soroti Pentingnya PAD sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan
- PDI-P Dorong Pariwisata Lokal Diperkuat dengan Infrastruktur dan SDM
- PDI Perjuangan Minta Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Diperkuat
- Fraksi Demokrat Soroti Optimalisasi PAD dan Prioritas Belanja APBD 2026
- Fraksi Demokrat Sampaikan Pandangan Umum atas Perubahan APBD Barito Utara 2026
- Fraksi PKB Siap Bahas Raperda Perubahan APBD Barito Utara 2026
- Fraksi PKB Minta Perubahan APBD 2026 Perkuat Penanganan Karhutla
- PKB Minta Perubahan APBD Barito Utara 2026 Fokus pada Kebutuhan Masyarakat
- Bank Jakarta Raih Corporate Secretary Champion 2026
BPS Bekasi Sensus Gelandangan
Megapolitanpos.com: Badan Pusat
Statistik Kota Bekasi, Jawa Barat, akan melakukan upaya pendataan
terhadap tunawisma, gelandangan, dan pengemis di wilayah itu dalam
rangka Sensus Penduduk 2010.
"Tunawisma dan gelandangan juga
masuk sensus. Mereka akan didata mulai 16 Mei 2010 pukul 00.00 WIB
hingga pukul 06.00 WIB," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota
Bekasi, Slamet Waluyo di Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan itu,
katanya, dilaksanakan secara serentak di 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan
di wilayah Kota Bekasi dengan melibatkan 10 tim yang terdiri dari
anggota pencacah lapangan dan ketua masing-masing tim.
Menurut
Slamet, petugas itu akan disebar ke 21 titik lokasi keramaian dimana
para tunawisma dan gelandangan sering berkumpul. Lokasi itu antara lain,
stasiun kereta, terminal bus, pasar, kolong jembatan, stadion Kota
Bekasi, taman makam pahlawan, serta di sekitar luar gerbang tol Bekasi
Barat.
"Kami sengaja menggelar sensus pada tengah malam, karena
diindikasi mereka akan berkumpul di satu titik. Kalau siang biasanya
mereka menyebar," kata dia.
Sensus itu, kata dia, dilakukan hanya
untuk mengetahui jumlah tunawisma, dan Gelandangan Pengemis (Gepeng)
berdasarkan jumlah dan jenis kelamin di wilayah setempat. Ditambahkan
Slamet, sejumlah pertanyaan seperti daerah asal dan lamanya waktu mereka
tinggal di kota Bekasi akan sampaikan kepada pihak yang bersangkutan.
"Namun, BPS hanya akan mendata jumlah laki-laki dan perempuannya saja, termasuk orang gila juga," katanya. (yes)
















