- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
Bersama Lawan Stunting, Barito Utara Laksanakan Pelatihan Terpadu

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Utara melalui Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Drs. H. Ardian, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Aksi Cegah Stunting, yang digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (14/10/2025).
Dalam sambutannya H. Ardian, menyampaikan ucapan selamat datang kepada dr. Arief Budiarto, Sp.A(K) dan dr. Artawan, Sp.A., M.Biomed, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Barito Utara, saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan para narasumber yang berkenan berbagi ilmu dalam kegiatan ini. Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum penting dalam upaya pencegahan stunting di daerah,” ucapnya.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan gizi kronis yang memiliki dampak serius terhadap tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kecerdasan. Untuk itu, diperlukan deteksi dini dan intervensi tepat melalui kerja kolaboratif lintas sektor.
Sekda juga menekankan bahwa penurunan angka stunting merupakan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. SDM yang sehat, cerdas, dan berkarakter adalah kunci dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional yang inklusif.
“Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam mempercepat penurunan angka stunting. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi dan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Barito Utara yang telah memprakarsai kegiatan tersebut, serta berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, pelatihan aksi cegah stunting secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
(A)


.jpg)

.jpg)











