- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka, H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ambruknya atap bangunan SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Jumat (1/5/2026), tak berhenti sebagai peristiwa biasa. Bupati Majalengka, Drs H. Eman Suherman, MM, turun langsung ke lokasi dan mengungkap adanya dugaan persoalan serius pada kualitas konstruksi bangunan yang baru berusia sekitar lima tahun tersebut.
Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Plt Kepala BKAD, Bupati menegaskan bahwa faktor hujan deras bukan satu-satunya penyebab.
Ia justru menyoroti temuan teknis di lapangan yang dinilai menyimpang dari standar.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
Hasil peninjauan menunjukkan penggunaan baja ringan dengan ketebalan sekitar 0,75 mm yang dianggap terlalu tipis untuk menopang struktur atap, serta jarak antar kuda-kuda yang melebihi 1 meter, padahal standar ideal berada di kisaran 80 cm.
Temuan ini memunculkan dugaan bahwa kualitas pekerjaan konstruksi tidak dilakukan secara optimal sejak awal.
"Ini tidak bisa dianggap semata-mata karena faktor alam. Ada aspek teknis yang harus dievaluasi secara serius. Kualitas pembangunan, apalagi untuk fasilitas pendidikan, tidak boleh dikompromikan," tegas Eman.
Ia juga memberi sinyal akan dilakukan penelusuran lebih jauh terhadap proses pembangunan proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
Di tengah sorotan itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan. Siswa untuk sementara dialihkan ke ruang perpustakaan dan area musala agar proses pendidikan tidak terganggu.
Perbaikan bangunan dipastikan akan dilakukan secepatnya menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Bupati menekankan bahwa proses rehabilitasi tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, dengan mewajibkan keterlibatan pihak profesional dan pengawasan yang lebih ketat.
"Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Perbaikan harus cepat, tapi yang lebih penting adalah kualitasnya benar-benar terjamin," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma'ruf, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun ia mengakui bahwa insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelolaan sarana pendidikan di daerah.
Pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah lain untuk memastikan keamanan siswa di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena bangunan sekolah yang ambruk, tetapi juga karena menguak potensi persoalan kualitas proyek infrastruktur pendidikan.
Di tengah momentum Hari Pendidikan Nasional, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan mutu fasilitas belajar adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar. ** (Agit)

















