- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya.
- Basarnas Sebut Satu Kru Helikopter Super Puma Meninggal Dunia dalam Musibah di Sungai Barito
- Pemerintah Beri Diskon 30 Persen Tiket KAI Menjelang Libur Akhir Tahun
- DPRD Dukung Pembinaan Pencak Silat, Gun Sriwitanto, Isi Waktu Remaja dengan Kegiatan Bermanfaat
- Wamen Ekraf Dorong Mahasiswa Sulap Hasil Penelitian Jadi Bisnis Kreatif
- Kuliner hingga Fesyen, 140 UMKM Meriahkan Kemang Fest 20
- Nurhadi Gelar Sarasehan Kebangsaan Desa Sidomulyo dan Ngrejo \" Wawasan Kebangsaan dan Penjaga Konstitusi.
- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
Berdongeng Saat Sakit Stroke
Para penonton dibuat ambyar

Keterangan Gambar : Budi Sabarudin Pendongeng Stroke
MEGAPOLITANPOS.COM, SMKN 2 Kota Tangerang - Budi Sabarudin pendongeng dalam keadaan sakit stroke, mampu mendongeng (monolog dongeng) di Aula SMKN 2 Kota Tangerang, Sabtu (27/8/2022) siang.
Cerita Budi, awal undangan mendongeng mau ditolaknya. Namun kesempatan mendongeng dalam keadaan tidak normal, baginya sungguh menyenangkan dan patut disyukuri juga.
"Akhirnya diterima dan tampil dalam acara Bincang-Bincang Bahas Sastra (B3S) yang digagas Pengurus Duveta SMKN 2 Kota Tangerang itu,"ujarnya.
Judul dongengnya Raja Tua dan Biji Benih Pohon.
Sebelum pentas, dadanya sempat berdebar-debar karena selama 3 tahun (covid-19 ditambah sakit stroke) ia belum pernah mendongeng lagi. "Berhenti total," tuturnya.
Katanya khawatir jatuh. Tapi Allah masih melindungi dan menyayanginya, subhanallah.
Sebelum pentas, di aula sekolah diberikan energi dengan bismillah dan dzikir sholawat dalam hati.
Alhamdulillah, " saya merasa lebih tenang lebih yakin, lebih kuat hingga pentas monolog dongengnya lancar,"ucapnya.
Saya pun heran dan kaget sendiri. Kok bisa monolog dongeng saat sakit stroke? Jawabnya karena kuasa Allah semata.
Tak hanya itu, selama 30 menit dia monolog dongeng, lebih dari 100 penonton dibuatnya menjadi ambyaaar.
Mendongeng dengan pendekatan seni pertunjukkan (Monolog dongeng) sengaja dipilih karena pendekatan ini belum dikembangkan oleh para pendongeng.
Umumnya pendongeng-pendongeng di negeri ini menggunakan pendekatan ventriloquism.
Akibatnya pola mendongeng menjadi seragam. "Saya menolak penyeragaman mendongeng seperti itu dan tak mau terjebak. Sebagai personal, dirinya harus merdeka dalam mendongeng,"pungkasnya.
















