- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
- Jaga Layanan Air Tetap Optimal, Sachrudin Cek Kondisi Cisadane.
- Handoko Tenang Tanggapi Demo Forum Pemuda Peduli ( FPP ) Desa Serang ini Alasanya.
Berdongeng Saat Sakit Stroke
Para penonton dibuat ambyar

Keterangan Gambar : Budi Sabarudin Pendongeng Stroke
MEGAPOLITANPOS.COM, SMKN 2 Kota Tangerang - Budi Sabarudin pendongeng dalam keadaan sakit stroke, mampu mendongeng (monolog dongeng) di Aula SMKN 2 Kota Tangerang, Sabtu (27/8/2022) siang.
Cerita Budi, awal undangan mendongeng mau ditolaknya. Namun kesempatan mendongeng dalam keadaan tidak normal, baginya sungguh menyenangkan dan patut disyukuri juga.
"Akhirnya diterima dan tampil dalam acara Bincang-Bincang Bahas Sastra (B3S) yang digagas Pengurus Duveta SMKN 2 Kota Tangerang itu,"ujarnya.
Judul dongengnya Raja Tua dan Biji Benih Pohon.
Sebelum pentas, dadanya sempat berdebar-debar karena selama 3 tahun (covid-19 ditambah sakit stroke) ia belum pernah mendongeng lagi. "Berhenti total," tuturnya.
Katanya khawatir jatuh. Tapi Allah masih melindungi dan menyayanginya, subhanallah.
Sebelum pentas, di aula sekolah diberikan energi dengan bismillah dan dzikir sholawat dalam hati.
Alhamdulillah, " saya merasa lebih tenang lebih yakin, lebih kuat hingga pentas monolog dongengnya lancar,"ucapnya.
Saya pun heran dan kaget sendiri. Kok bisa monolog dongeng saat sakit stroke? Jawabnya karena kuasa Allah semata.
Tak hanya itu, selama 30 menit dia monolog dongeng, lebih dari 100 penonton dibuatnya menjadi ambyaaar.
Mendongeng dengan pendekatan seni pertunjukkan (Monolog dongeng) sengaja dipilih karena pendekatan ini belum dikembangkan oleh para pendongeng.
Umumnya pendongeng-pendongeng di negeri ini menggunakan pendekatan ventriloquism.
Akibatnya pola mendongeng menjadi seragam. "Saya menolak penyeragaman mendongeng seperti itu dan tak mau terjebak. Sebagai personal, dirinya harus merdeka dalam mendongeng,"pungkasnya.
















