Breaking News
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Bangunan Pasar Jajan Seperti Kos Kosan, Ketua BKM Minta Maaf dan Akui Kesalahan

MEGAPOLITANPOSCOMK, Tangerang – Gedung Pasar Jajan UMKM (Foodcourt) di Periuk Jaya Kota Tangerang terus menjadi buah bibir. Lantaran Bangunan yang dibangun 2 lantai di lahan milik pemerintah Kota Tangerang seluas kurang lebih 500 meter persegi. Dinilai seperti kos kosan yang telah menghabis dana hibah ratusan juta dari Provinsi Banten, jumat (17/12/2021) Kutipan melalui konfirmasi yang dia lontarkan, akhirnya Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) pun angkat bicara. Ketua BKM mengungkapkan, sejak awal menjabat site plan bangunan tersebut sudah sejak awal seperti itu. ”Awal saya menjabat dan dipilih pengurus karena ketua lamanya meninggal, saya pertanyakan site plan kepada korkot dan bentuknya seperti itu, ” ujarnya dirinya saat ditemui awak media pada Rabu lalu (15/12). Disinggung soal bangunan pun, dirinya mengakui kesalahan dan meminta maaf. ”Saya mengakui bangunan tersebut memang kaya kos kosan, maka dari itu saya memohon maaf jika ada salah, coba tanyakan kejelasannya lagi ke Korkot” ungkap dirinya. Sementara menurut, Ketua Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Agus Muhamad Romdoni, Sangat menyayangkan permintaan maaf ketua BKM kepada media terkait pembangunan Jajanan Kuliner UMKM Periuk Jaya, seharusnya BKM minta maaf juga sama masyarakat sekitarnya bukan kepada kita. "BKM harus cari solusi, bukan permintaan maaf atas kesalahannya, saya menduga site plan awal pasti ada bangunan kios sesuai dengan konsep program. Ko setelah jadi bangunan seperti Kos kosan sich, Ini dana hibah yang menghabiskan 650 juta lebih, bukan untuk main - main," ujarnya. Lanjut Agus, Pengerjaan bangunan Jajanan Kuliner UMKM hanya sebagai penerus BKM terdahulu yang sudah melimpah berkas pengajuan hibah, kita menduga adanya perubahan site plan gambar yang tidak sesuai konsep awal, bahkan kita menduga adanya tindak korupsi di pengerjaan bangunan tersebut, imbuhnya. "Di Rencana Anggaran Bangunan (RAB) pembiayaan pemasangan Air minum telah dianggarkan, tetapi di lapangan kenapa saluran air minum masih milik warga bukan milik BKM Mitra Jaya," ucapnya. Kendati demikian, telah meminta maaf, ia berharap harus ada solusi kembali fungsi program Jajanan Kuliner UMKM ke site plan awal dan bilamana bangunan seperti Kos kosan tidak ada perubahan kita akan laporkan dengan adanya Dugaan Penyalahgunaan anggaran hibah, pungkasnya. Hingga berita ini ditayangkan, masih menunggu informasi dari Korkot untuk kejelasan lebih lanjut. (Red/KJK).















