Breaking News
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
AKP Novandi Arya Kharisma, Korban Tewas Laka Tunggal Mobil Camry di Kawasan Senen

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya berhasil mengindentifikasi satu dari dua korban tewas kecelakaan tunggal mobil Camry di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Korban yakni pria bernama Novandi Arya Kharisma. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, korban Novandi Arya Kharisma adalah anggota Polri berpangkat AKP dan putra dari Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang. “Betul korban adalah putra beliau, jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," terang Sambodo dalam konferensi pers, Selasa (8/2/2022). Sebelumnya dikabarkan, sebuah mobil sedan terbakar setelah menghantam pembatas jalan di kawasan Senen pada Senin (7/2) sekitar pukul 01.00 WIB. Kecelakaan itu mengakibatkan pengemudi dan penumpang mobil sedan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sambodo mengatakan, untuk indentifikasi korban lainnya, pihaknya belum mendapatkan hasil. "Satu korban lainnya belum berhasil diidentifikasi jadi kita belum tahu jenis kelaminnya itu laki-laki atau perempuan nanti kalau sudah ada updatenya akan kita sampaikan kepada teman-teman sekalian karena proses identifikasi masih terus berjalan," ujar Sambodo. Dia menambahkan terhadap kasus laka yang menewaskan 2 orang itu tidak menutup kemungkinan akan dihentikan. "Penyidikan tetap berlangsung, dan kemungkinan akan di SP3 karena pengemudi meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan diolah TKP, CCTV dan juga temuan hasil DVI terhadap kedua jenazah tersebut," jelas Sambodo.(*)
















