Breaking News
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.

MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Film pendek berlatar belakang rumah sakit darurat untuk perawatan penserita Covid-19, garapan sutradara Marry Gath alias Tata meraih Juara II. Juara I disabet film berjudul 'Indah Pada Waktunya' dari lingkungan Santa Maria Goretti. Lomba yang diselenggarakan Stasi Yohanes Paulus II itu dimaksudkan untuk membangun kreativitas anak muda atau yang biasa disebut Orang Muda Katholik (OMK). Dikisahkan dalam film Garda Terdepan tersebut, para jurnalis yang bertugas di garda terdepan meliput berbagai peristiwa di ruang publik di era Pandemi Covid-19 menghadapi berbagai resiko. Salah seorang jurnalis, dalam film tersebut digambarkan positif terpapar virus Covid. Ia dirawat di teras sebuah sekolah yang digunakan sebagai rumah sakit darurat. Ia dirawat para suster dan dokter yang tidak mengenal lelah. Dan setelah 15 hari, jurnalis tadi berangsur sembuh. Di saat sudah di rumah, ternyata ia menjumpai dan sadar, bahwa suster yang merawatnya ternyata tinggal di dekat rumahnya. Suster itu ternyata tetangganya sendiri. Di situlah nilai kemanusiaan, nilai cinta kasih digambarkan dalam film ini. Para pelaku dalam film ini tampak menguasai perannya. Ini tidak lain karena para pemeran di film dan di dunia keseharian tak jauh beda. "Kebetulan pemerannya di film itu sesuai dengan pekerjaan di dunia nyatanya. Mirip-mirip, " cerita Tata, sang sutradara. "Peran Perawat, aslinya memang profesinya perawat. Pemeran Jurnalis, adalah mahasiswa kuliah perfilman. Sedangkan pemeran Reporter, adalah seorang content creator," lanjut Tata yang juga berperan sebagai reporter dalam film itu. Tata yang lebih dikenal dengan panggilan Marry Gath itu lebih lanjut menceritakan, proses pembuatan film yang ekstra ketat. "Ketentuan panitia sangat ketat. Proses pembuatan film, syuting dan editing wajib dilaksanakan on the spot (di lokasi langsung). Dan harus selesai dalam waktu 4-5 jam di lokasi dan file langsung dikumpul-disetor ke panitia," lanjut Marry Gath. Beruntung, Dewan Juri menetapkan film berjudul Garda Terdepan bikinan OMK dari lingkungan Thomas Rasul ini sebagai Juara II. (*/Red/MI) MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Film pendek berlatar belakang rumah sakit darurat untuk perawatan penserita Covid-19, garapan sutradara Marry Gath alias Tata meraih Juara II. Juara I disabet film berjudul 'Indah Pada Waktunya' dari lingkungan Santa Maria Goretti. Lomba yang diselenggarakan Stasi Yohanes Paulus II itu dimaksudkan untuk membangun kreativitas anak muda atau yang biasa disebut Orang Muda Katholik (OMK). Dikisahkan dalam film Garda Terdepan tersebut, para jurnalis yang bertugas di garda terdepan meliput berbagai peristiwa di ruang publik di era Pandemi Covid-19 menghadapi berbagai resiko. Salah seorang jurnalis, dalam film tersebut digambarkan positif terpapar virus Covid. Ia dirawat di teras sebuah sekolah yang digunakan sebagai rumah sakit darurat. Ia dirawat para suster dan dokter yang tidak mengenal lelah. Dan setelah 15 hari, jurnalis tadi berangsur sembuh. Di saat sudah di rumah, ternyata ia menjumpai dan sadar, bahwa suster yang merawatnya ternyata tinggal di dekat rumahnya. Suster itu ternyata tetangganya sendiri. Di situlah nilai kemanusiaan, nilai cinta kasih digambarkan dalam film ini. Para pelaku dalam film ini tampak menguasai perannya. Ini tidak lain karena para pemeran di film dan di dunia keseharian tak jauh beda. "Kebetulan pemerannya di film itu sesuai dengan pekerjaan di dunia nyatanya. Mirip-mirip, " cerita Tata, sang sutradara. "Peran Perawat, aslinya memang profesinya perawat. Pemeran Jurnalis, adalah mahasiswa kuliah perfilman. Sedangkan pemeran Reporter, adalah seorang content creator," lanjut Tata yang juga berperan sebagai reporter dalam film itu. Tata yang lebih dikenal dengan panggilan Marry Gath itu lebih lanjut menceritakan, proses pembuatan film yang ekstra ketat. "Ketentuan panitia sangat ketat. Proses pembuatan film, syuting dan editing wajib dilaksanakan on the spot (di lokasi langsung). Dan harus selesai dalam waktu 4-5 jam di lokasi dan file langsung dikumpul-disetor ke panitia," lanjut Marry Gath. Beruntung, Dewan Juri menetapkan film berjudul Garda Terdepan bikinan OMK dari lingkungan Thomas Rasul ini sebagai Juara II. (*/Red/MI)



.jpg)

.jpg)




.jpg)





