- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
Tangkap DHE Dalam Negeri, Ini Solusi Perbankan dari BNI

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, sebagai bank global asal Indonesia, memperkuat solusi trade finance, FX swap, dan cash collateral credit untuk lebih optimal dalam penempatan devisa hasil ekspor dalam negeri.
Pemerintah memiliki kebijakan yang mewajibkan minimal 30% devisa hasil ekspor (DHE) ditempatkan dalam sistem keuangan Indonesia selama minimal tiga bulan. Aturan ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2023, dan berlaku untuk barang-barang ekspor, salah satunya dari sektor perikanan.
Aturan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 tentang DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
Baca Lainnya :
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir menyatakan, pemerintah terus mendorong program-program inovatif untuk meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
"Sebagai bank milik negara yang mendapat mandat langsung dari Menteri Erick Thohir sebagai bank global asal Indonesia, BNI tentunya akan terus memperkuat produk perbankan yang mendukung program pemerintah," katanya.
Silvano menjelaskan, BNI saat ini memiliki trade finance yang akan dimodifikasi lebih baik lagi, terutama dalam menarik penempatan devisa hasil ekspor dalam negeri dengan lebih kuat. Produk trade finance ini akan diperkuat dengan program special pricing dan pendampingan penerbitan dokumen instrumen perdagangan.
Selanjutnya, BNI memiliki produk FX swap untuk memenuhi kebutuhan likuiditas rupiah dari pemilik reksa valuta asing. Dengan skema pertukaran valuta asing menjadi rupiah dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan kewajiban pelaporannya, produk ini menawarkan biaya yang lebih ringan dan jangka waktu transaksi yang lebih fleksibel bagi nasabah eksportir.
Terakhir, BNI juga memiliki cash collateral credit DHE yang dapat digunakan untuk keperluan modal kerja bagi nasabah eksportir.
"Jangka waktu cash collateral ini tentu akan mengikuti jangka waktu penempatan DHE, dengan tingkat margin yang sesuai untuk setiap eksportir," tambahnya.
Sosialisasi DHE di 3 Kota
BNI baru-baru ini berhasil menyelenggarakan workshop sosialisasi DHE di tiga kota besar, yaitu Jakarta, Medan, dan Surabaya.
Silvano menyatakan, program ini bertujuan untuk menarik minat calon klien untuk menempatkan dana mereka di BNI.
"Sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan produk dan fasilitas perbankan yang inovatif bagi eksportir, BNI akan terus melakukan sosialisasi dan workshop untuk memberikan informasi terkini mengenai PP No. 36 Tahun 2023," tambahnya. (Reporter: Achmad Sholeh)







.jpg)








