- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
Rini Syarifah Serahkan 25 Ribu Bibit Vertiner, Cegah Longsor Tanah Bertebing

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah pada Senin ( 20/03/23) menyerahkan 25 ribu tanaman rumput Vetiver di Blitar Selatan Desa Binangun Kecamatan Binangun.
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar, - Untuk mengurangi dampak longsor di Kabupaten Blitar, saat ini sedang digalakan pengembangan tanaman rumput jenis unggul diberinama Vertiver.
Untuk tanaman budidaya ini Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah pada Senin ( 20/03/23) menyerahkan 25 ribu tanaman rumput Vetiver di Blitar Selatan Desa Binangun Kecamatan Binangun.

Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
Selain menyerahkan bibit rumput, Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah didampingi oleh Kepala Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil ) Malang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, pada saat itu juga telah dilalakukan penanaman rumput Vetiver secara simbolis.
Pada kesempatam itu Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini ini menyebutkan, penanam rumput Vetiver sangat cocok ditanam didaetah rawan longsor, rumput Vertiver sebagai upaya menanggulagi longsor di Blitar Selatan yang memang rawan terjadinya tanah gerak.
"Jadi kita akan terus galakkan perluasan lahan untuk tanaman rumput unggul sebagai bentuk ikhtiar kita, Vetiver cocok ditanam di daerah bertebing yang dekat pemukiman warga," ungkapnya.
Atas nama Pribadi dan Pemkab Blitar, Rini Syarifah juga mengapresasi kepada seluruh pihak yang masih bersemangat dan siap siaga dalam menghadapi bencana meskipun banyak sekali potensi atau ancaman bencana di Kabupaten Blitar.
"Kami sampaikan terimakasih kepada Bakorwil III Malang, KPH Perhutani Blitar, UPT Perbenihan Tanaman Hutan dan PT. Sampoerna dimana telah turut serta dalam Penguatan Kabupaten Blitar melalui kegiatan Penanaman bibit Rumput Vetiver," tandasnya.

Kabupaten Blitar merupakan satu diantara wilayah di Jawa Timur yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya fenomena gerakan tanah, kestabilan lereng akibat perpaduan kondisi geologi (batuan dan pelapukan tanah) hujan yang tinggi curah hujan yang tinggi mengakibatkan gerakan tanah.
Gerakan tanah masih terus mengalami perkembangan, sehingga menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan terhadap bangunan, permukiman maupun kebun/ lahan pertanian. Pada tahun 2023.
Untuk itu salah satu upaya mitigasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak dan risiko akibat bencana gerakan tanah adalah reboisasi dengan penanaman tumbuhan akar wangi. Akar wangi dikenal dengan nama lain Vetiver. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman pencegah longsor sebab akarnya dapat mencapai kedalaman hingga 5 meter.
Jika ditanam dengan susunan yang tepat, tanaman ini menyerupai kolom-kolom beton yang menahan tanah longsor.
Selain itu, tanaman ini tidak membutuhkan perawatan dan lingkungan khusus sehingga mudah untuk ditumbuhkan. Efektivitasnya dalam mereduksi laju erosi tanah mencapai 90% apabila tanamannya mengisi luas area tanah minimal 70%. Sehingga pada hari ini, saya mengajak seluruh masyarakat di Desa Binangun, Kecamatan Binangun bersama sama melakukan langkah mitigasi dengan cara menanam bibit rumput vetiver dan tanaman keras lainnya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bencana tanah gerak dan juga longsor.

Pada kesempatan ini kita bersama-sama akan menanam 7000 benih per bibit yang terdiri atas: 5000 bibit vetiver, 1000 bibit trembesi, 500 bibit Nangka dan 500 bibit Sirsak.
Prabencana, tanggap darurat atau pascabencana. Selain itu harus ada sinergitas dan gotong-royong. Untuk itu sekali lagi, marilah kegiatan penananam rumput vetiver dan tanaman keras ini menjadi bahan pemikiran untuk secara bersama meningkatkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian alam sama dengan menjaga kita semua dari dampak bencana masing-masing wilayah, mengaktifkan kembali early warning system, lakukan persiapan dan pengecekan perlengkapan penanggulangan bencana serta selalu koordinasi yang inten.
"Semoga tidak ada lagi bencana, ini merupakan penanganan bencana jangka panjang dengan gerakan menanam, Kabupaten Blitar semakin hijau royo royo. ** (adv/kmf/za/mp)
















