- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menekankan pentingnya peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak melalui penerapan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Kamis (15/10/2026).
Baca Lainnya :
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
Menurut Maya, penerapan pola konsumsi pangan B2SA merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Utara.
Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas anak pada masa mendatang.
Karena itu, upaya pencegahan stunting membutuhkan komitmen dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TP-PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, hingga masyarakat.
“Pencegahan stunting membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak. Dalam hal ini, keluarga memiliki peran yang sangat penting,” ujarnya.
Hj Maya mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal makanan sekaligus membentuk kebiasaan makan yang akan memengaruhi kesehatannya.
“Apa yang tersaji di meja makan kita hari ini, turut menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak kita di masa depan,” katanya.
Fisamping itu juga ditegaskan akan peran perempuan, khususnya para ibu, sangat dibutuhkan dalam menyediakan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di Kabupaten Barito Utara.
Melalui kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal, keluarga diharapkan mampu menghadirkan menu yang tidak hanya menarik dan menggugah selera, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga.
Dia juga berharap Lomba Cipta Menu B2SA tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menunjukkan kreativitas peserta, tetapi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat.
Menu yang ditampilkan dalam perlombaan hendaknya dapat menjadi inspirasi bagi keluarga untuk diterapkan di rumah, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Ia pun mengajak seluruh kader PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan agar terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai konsumsi pangan B2SA, pemanfaatan pangan lokal, serta pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Menurut nya, pemanfaatan pangan lokal perlu terus didorong karena Kabupaten Barito Utara memiliki beragam sumber pangan potensial yang dapat diolah menjadi makanan bergizi dan bernilai ekonomi.
Upaya tersebut sejalan dengan tema Lomba Cipta Menu B2SA Tahun 2026, yakni “Kreasi Pangan Lokal B2SA, Kuatkan Ketahanan Pangan, Wujudkan Generasi Emas 2045.”
Melalui tema tersebut, masyarakat diajak untuk melihat pangan lokal sebagai kekayaan daerah yang dapat dikembangkan menjadi sumber makanan sehat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap keterlibatan organisasi wanita dan kader PKK dapat terus diperkuat dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan edukasi yang berkelanjutan serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat, penerapan pola konsumsi B2SA diharapkan semakin membudaya dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting serta mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
(Dd)








.jpg)




