- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
Ketua PC NU Barito Utara, Peran Perempuan Sebagai Pembentuk Generasi Dalam Mengenal Ahlussunnah wal Jamaah
.jpg)
Muara Teweh – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barito Utara, H Alpiansyah, S.Ag., menegaskan bahwa peran Muslimat NU sangat penting sebagai penjaga mata rantai keilmuan dan benteng terdepan dalam mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah gempuran zaman.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-9 Muslimat NU Barito Utara di Aula GH Senyiur Syariah, Kamis (02/10/2025).
“Ibu-ibu Muslimat merupakan perawat mata rantai keilmuan yang menghubungkan kita dengan para ulama, wali, hingga sampai kepada Rasulullah SAW.
Baca Lainnya :
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
Peran terbesar dalam membentuk generasi agar mengenal Ahlussunnah wal Jamaah lebih banyak dijalankan oleh ibu-ibu.
Bapak-bapak biasanya sibuk dengan urusan lain, sehingga Muslimatlah yang menjaga akhlak, ukhuwah islamiyah, dan tradisi Aswaja tetap tertanam kuat,” ujar Alpiansyah.
Menurutnya, Muslimat NU berperan strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas keislaman masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi.
“Anda semua yang memastikan Aswaja An-Nahdliyah tetap kokoh dalam diri anak-anak kita. Anda pula yang merawat tradisi tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan moderasi Islam Nusantara agar tetap menjadi solusi, bukan sumber konflik,” tegasnya.
Selain itu, Alpiansyah juga menekankan pentingnya kemandirian umat, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial. “Muslimat NU telah lama membuktikan bahwa perempuan adalah arsitek utama kemandirian keluarga. Dari dapur hingga pasar, ibu-ibu Muslimat menggerakkan roda perekonomian mikro. Kemandirian ini perlu ditingkatkan ke level yang lebih luas, meliputi pengetahuan, sikap, prinsip, dan ibadah. Dengan begitu, Muslimat NU bisa menjadi motor kesejahteraan masyarakat dari lingkup keluarga hingga daerah,” jelasnya.
Ia juga berharap forum Konfercab ke 9 ini melahirkan inovasi-inovasi baru, terutama dalam penguatan kesejahteraan keluarga berbasis kearifan lokal.
“Setiap unit Muslimat NU harus bisa menjadi pusat kegiatan dan penguatan masyarakat. Dari sinilah lahir kader-kader perempuan yang tangguh, profesional, dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan umat,” pungkas Ketua NU Barito Utara itu.
(A)


.jpg)

.jpg)











