- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
KemenKopUKM-Dekranas Kolaborasi Gelar Entrepreneur Hub untuk Fesyen dan Agribisnis

MEGAPOLITANPOS.COM, Bali – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar program Entrepreneur Hub 2024 dengan fokus pada usaha fesyen dan agribisnis yang diharapkan mampu mendukung target penciptaan 1 juta wirausaha baru.
Program Entrepreneur Hub ini terdiri dari dua tema besar yaitu untuk sektor fesyen Entrepreneur Hub: Fashionpreneur Bali 2024 bertema “Bring Indonesia Fashion to the World”. Sedangkan untuk sektor agribisnis yaitu Entrepreneur Hub: Agripreneur Bali 2024 dengan tema “Grow and Sustain”.
Pengurus Dekranas Bidang Pembiayaan Suzana Ramadhani mengapresiasi agenda Entrepeneur Hub karena dinilai sejalan dengan mandat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024. Dia berharap melalui program ini dapat dilahirkan wirausaha baru yang tangguh dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- LPDB Koperasi Siapkan SOP Baru untuk Perkuat Pengelolaan Dana Bergulir
“Program ini adalah komitmen kami dalam membangun ekosistem wirausaha dalam industri kreatif yang mulai kami jalankan sejak 2021, karena kami juga percaya bahwa fesyen merupakan industri di Indonesia yang memiliki potensi kontribusi yang sangat besar,” kata Suzana dalam sambutannya pada pembukaan acara Entrepreneur Hub Bali 2024 di Bali, Kamis (22/2).
Program Entrepeneur Hub ini dilaksanakan pada 22-23 Februari 2024 di Bali dengan mengikutsertakan sekitar 100 wirausaha terkurasi untuk masing-masing sektor. Rangkaian acara program ini berupa workshop dan networking yang nantinya dirangkai dengan pendampingan secara berkesinambungan oleh para ahli di bidangnya.
Melalui pendampingan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kapasitas bisnis pada masing-masing sektor. Tahap akhir dari program ini adalah business matching dan networking dengan para calon buyer dan investor baik lokal maupun mancanegara.
“Melalui partnership ini, saya berharap akan lahir lebih banyak desainer lokal yang akan membawa kerajinan Indonesia beserta produk turunannya ke kancah global,” ujar Suzana.
Sementera itu, Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah menambahkan, program Entrepreneur Hub tahun ini difokuskan pada penguatan ekosistem dan wirausaha. Oleh karena itu, sasaran utama program ini adalah wirausaha pemula yang memiliki usaha minimal setahun dan mempunyai potensi berkembang.
“Kami menyasar pelaku usaha berdasarkan sektor unggulan di wilayah masing-masing. Seperti saat ini di Bali yang menjadi salah satu wilayah dengan trafik fesyen yang tinggi, sehingga kami yakin di Bali akan ada banyak pelaku usaha berkumpul dari semua bidang,” ucap Siti Azizah.
Peserta dalam program ini sebelumnya telah melewati proses kurasi yang lebih spesifik dan ketat dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk dengan membatasi usaha per sektor pilihan. Nantinya para peserta akan mendapatkan program pendampingan lanjutan agar usaha yang dirintis bisa benar-benar berkembang.
“Nantinya hasil dari networking akan menjadi pertimbangan untuk menentukan bentuk dan fokus pendampingan yang akan diberikan kepada masing-masing peserta,” kata Siti Azizah.
Pemilihan sektor fesyen dan agribisnis dalam program ini dilatarbelakangi karena keduanya merupakan sektor riil yang memiliki potensi sangat besar untuk dapat dikembangkan.
Azizah melanjutkan, sektor fesyen dan agribisnis dinilai sebagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi di kalangan masyarakat dan menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi, sumber penerimaan negara, dan penciptaan lapangan pekerjaan.
“Saya berharap para pelaku usaha dapat saling bekerja sama, bukan saling bersaing namun berkolaborasi untuk bertumbuh bersama. Kami juga berharap kita dapat membangun komitmen bersama dalam membangun industri fesyen dan agribisnis di Indonesia, khususnya untuk saat ini di wilayah Bali,” pungkas Siti Azizah.(Reporter Achmad Sholeh Alek).

.jpg)






.jpg)






