- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupti Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
KemenKopUKM-Dekranas Kolaborasi Gelar Entrepreneur Hub untuk Fesyen dan Agribisnis

MEGAPOLITANPOS.COM, Bali – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar program Entrepreneur Hub 2024 dengan fokus pada usaha fesyen dan agribisnis yang diharapkan mampu mendukung target penciptaan 1 juta wirausaha baru.
Program Entrepreneur Hub ini terdiri dari dua tema besar yaitu untuk sektor fesyen Entrepreneur Hub: Fashionpreneur Bali 2024 bertema “Bring Indonesia Fashion to the World”. Sedangkan untuk sektor agribisnis yaitu Entrepreneur Hub: Agripreneur Bali 2024 dengan tema “Grow and Sustain”.
Pengurus Dekranas Bidang Pembiayaan Suzana Ramadhani mengapresiasi agenda Entrepeneur Hub karena dinilai sejalan dengan mandat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024. Dia berharap melalui program ini dapat dilahirkan wirausaha baru yang tangguh dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Ribuan Relawan Penggiat MBG Blitar Raya Akan Melakukan Aksi Damai
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
“Program ini adalah komitmen kami dalam membangun ekosistem wirausaha dalam industri kreatif yang mulai kami jalankan sejak 2021, karena kami juga percaya bahwa fesyen merupakan industri di Indonesia yang memiliki potensi kontribusi yang sangat besar,” kata Suzana dalam sambutannya pada pembukaan acara Entrepreneur Hub Bali 2024 di Bali, Kamis (22/2).
Program Entrepeneur Hub ini dilaksanakan pada 22-23 Februari 2024 di Bali dengan mengikutsertakan sekitar 100 wirausaha terkurasi untuk masing-masing sektor. Rangkaian acara program ini berupa workshop dan networking yang nantinya dirangkai dengan pendampingan secara berkesinambungan oleh para ahli di bidangnya.
Melalui pendampingan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kapasitas bisnis pada masing-masing sektor. Tahap akhir dari program ini adalah business matching dan networking dengan para calon buyer dan investor baik lokal maupun mancanegara.
“Melalui partnership ini, saya berharap akan lahir lebih banyak desainer lokal yang akan membawa kerajinan Indonesia beserta produk turunannya ke kancah global,” ujar Suzana.
Sementera itu, Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah menambahkan, program Entrepreneur Hub tahun ini difokuskan pada penguatan ekosistem dan wirausaha. Oleh karena itu, sasaran utama program ini adalah wirausaha pemula yang memiliki usaha minimal setahun dan mempunyai potensi berkembang.
“Kami menyasar pelaku usaha berdasarkan sektor unggulan di wilayah masing-masing. Seperti saat ini di Bali yang menjadi salah satu wilayah dengan trafik fesyen yang tinggi, sehingga kami yakin di Bali akan ada banyak pelaku usaha berkumpul dari semua bidang,” ucap Siti Azizah.
Peserta dalam program ini sebelumnya telah melewati proses kurasi yang lebih spesifik dan ketat dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk dengan membatasi usaha per sektor pilihan. Nantinya para peserta akan mendapatkan program pendampingan lanjutan agar usaha yang dirintis bisa benar-benar berkembang.
“Nantinya hasil dari networking akan menjadi pertimbangan untuk menentukan bentuk dan fokus pendampingan yang akan diberikan kepada masing-masing peserta,” kata Siti Azizah.
Pemilihan sektor fesyen dan agribisnis dalam program ini dilatarbelakangi karena keduanya merupakan sektor riil yang memiliki potensi sangat besar untuk dapat dikembangkan.
Azizah melanjutkan, sektor fesyen dan agribisnis dinilai sebagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi di kalangan masyarakat dan menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi, sumber penerimaan negara, dan penciptaan lapangan pekerjaan.
“Saya berharap para pelaku usaha dapat saling bekerja sama, bukan saling bersaing namun berkolaborasi untuk bertumbuh bersama. Kami juga berharap kita dapat membangun komitmen bersama dalam membangun industri fesyen dan agribisnis di Indonesia, khususnya untuk saat ini di wilayah Bali,” pungkas Siti Azizah.(Reporter Achmad Sholeh Alek).

















