- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus

MEGAPOLITANPOS.COM - Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Barito Utara mencatat 182 kejadian Karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 124,19 hektare hingga 31 Agustus 2026.
Selain kejadian kebakaran, pemantauan titik panas atau hotspot juga menunjukkan angka cukup tinggi, yakni mencapai 405 titik di wilayah Barito Utara.
Baca Lainnya :
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
Kondisi tersebut dipaparkan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dalam Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, Kamis (03/09/2026).
“Barito Utara saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan,” tegas Shalahuddin.
Status Siaga Darurat Karhutla telah ditetapkan selama 60 hari, mulai 1 Agustus hingga 29 September 2026. Pemkab Barito Utara juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1144/BPBD/VIII/2026 yang berisi instruksi larangan pembakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah kabupaten.
Menurut Shalahuddin, Agustus menjadi bulan dengan intensitas Karhutla tertinggi sepanjang 2026. Dalam satu bulan tersebut tercatat 192 hotspot, 102 kejadian Karhutla, dengan luasan lahan terbakar mencapai 50,16 hektare.
Pemkab kemudian memfokuskan operasi penanganan di wilayah yang dinilai berisiko tinggi, yakni Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru dan Teweh Tengah. Sementara Kecamatan Montallat menjadi prioritas pencegahan dan deteksi dini karena mencatat jumlah hotspot tertinggi.
“Kita terus memperbarui penentuan wilayah prioritas berdasarkan perkembangan kejadian Karhutla, hotspot, luasan terbakar, kondisi cuaca, dan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Menghadapi ancaman tersebut, BPBD Barito Utara mengerahkan 150 personel yang terdiri dari 80 personel Pusdalops dan TRC serta 70 personel cadangan. Kekuatan tersebut diperkuat 45 regu Masyarakat Peduli Api (MPA), tiga unit Desa Tangguh Bencana (Destana), serta dukungan TNI/Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, KPHP dan dunia usaha.
Dari sisi peralatan, tersedia 23 unit mobil tangki air, tujuh mobil rescue double cabin, satu mobil pick-up, kendaraan roda dua jenis trail dan berbagai peralatan pemadaman lainnya.
Upaya penanganan dilakukan melalui sosialisasi, imbauan, patroli, pemadaman dini, operasi TRC, serta kesiapsiagaan Pusdalops selama 24 jam.
Shalahuddin menegaskan, penguatan pos lapangan dan sarana prasarana di wilayah prioritas menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat respons terhadap kebakaran.
“Daerah pada prinsipnya siap melakukan penanganan Karhutla. Namun, penguatan pos lapangan dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan kecepatan, jangkauan, serta efektivitas respons di lapangan,” pungkasnya.
(Dd)





.jpg)



.jpg)






