- BBNI dan Rombongan Himbara Topang Kenaikan Saham Setelah Ambrol
- Panen Jagung Hibrida di Mampuak I, Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah.
- Pangkogabwilhan II Hadiri Latgabma Keris Woomera 2026, Perkuat Kerjasama Pertahanan TNI-ADF.
- Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Tersangka Diamankan
- Kejar Target Akhir Tahun, Bupati Shalahuddin Evaluasi Proyek PUPR Barito Utara
- Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global
- Polisi Ungkap Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate
- Danramil Cikupa Turun ke Sekolah, Siswa, Siswi SMKN 14 Cikupa Tidak Ikut Aksi Unras.
Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu

Keterangan Gambar : Kapolres Majalengka AKBP M Aldi Sulaeman didampingi Wabup Majalengka Dena.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldi Sulaeman mengumumkan perang total terhadap jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Majalengka. Dalam operasi intensif selama 10 hari terakhir, jajaran Satres Narkoba berhasil menangkap lima pengedar, menyita 51,05 gram sabu-sabu dan 3.805 butir Obat Keras Tertentu (OKT), sekaligus memburu bandar besar yang diduga menjadi pemasok utama.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Sindangkasih Polres Majalengka, Kamis (27/8/2026), yang dihadiri unsur Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan narkoba.
Kapolres menegaskan, keberhasilan menangkap lima pengedar bukanlah akhir dari operasi. Justru, pengungkapan ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar hingga ke tingkat bandar.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Tersangka Diamankan
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Gebrakan BAZNAS
- 2.000 Pelari Ramaikan Metland Kertajati, Hadiah Utama Apartemen
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
"Tidak ada tempat aman bagi bandar maupun pengedar narkoba di Kabupaten Majalengka. Kami akan memburu mereka sampai tuntas. Siapa pun yang mencoba merusak generasi muda dengan narkoba akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu," tegas AKBP Muhammad Aldi Sulaeman.
Menurut Kapolres, perang melawan narkoba dilakukan melalui strategi menyeluruh, mulai dari preemtif dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, preventif melalui pengawasan di titik-titik rawan, hingga represif berupa penegakan hukum secara profesional terhadap para pelaku.
Ia juga mengungkapkan adanya tren positif dalam penanganan peredaran obat terlarang. Jika sebelumnya polisi mampu menyita sekitar 26 ribu butir OKT, pada periode terbaru jumlahnya turun menjadi sekitar 3.805 butir. Penurunan tersebut dinilai sebagai indikator bahwa ruang gerak jaringan pengedar mulai tertekan berkat operasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Namun demikian, Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan lengah. Seluruh jaringan yang masih beroperasi akan terus diburu hingga benar-benar diputus.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Polres Majalengka bersama Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa mendeklarasikan gerakan "Majalengka Zero Narkotika, Zero Miras, Zero Knalpot Brong, dan Zero Begal."
Deklarasi tersebut menjadi simbol sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kriminalitas.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 maupun kanal media sosial resmi Polres Majalengka.
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan mengapresiasi langkah cepat dan konsisten Polres Majalengka dalam memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, tindakan nyata aparat menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama ini menginginkan lingkungan yang lebih aman.
Dena mengaku prihatin karena sebagian pelaku yang diamankan merupakan warga asli Majalengka. Karena itu, ia menilai pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengawasi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.
Dengan operasi yang terus digencarkan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polres Majalengka mengirimkan pesan tegas kepada seluruh jaringan narkoba: Majalengka bukan lagi wilayah yang aman bagi bandar dan pengedar. Perang terhadap narkoba akan terus dilakukan hingga ke akar-akarnya demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga keamanan daerah. ** (agit)









.jpg)

.jpg)




