- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Kapolda PMJ Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta
- Tutup Rakor Karhutla di Teweh Selatan, Bupati Shalahuddin Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Bantah, Ada KKN dan Pungli di Lingkungan Kamenag
Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Bantah

Keterangan Gambar : Amrullah
Megapolitanpos.com, Serang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Banten, Amrullah buka suara soal tudingan mahasiswa Gabungan Mahasiswa Islam (GAMAIS) Wilayah Banten yang menggelar aksi di depan gerbang kantor Kanwil Kemenag Banten, Kota Serang, Rabu (28/1/2026) lalu. Tudingan tersebut berupa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Ia membantah keras tudingan praktik tersebut terjadi di lingkungan Kanwil Kemenag Banten.
Amrullah menegaskan, seluruh proses pengusulan dan pengisian jabatan telah dilakukan sesuai prinsip meritokrasi dan aturan yang berlaku.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Rekanan Nakal Dipanggil Komisi II DPRD Kota Blitar ini Alasanya.
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
“Isu ini sebenarnya pernah muncul sebelumnya dan sekarang dinaikkan kembali. Apakah ada pihak lain yang mendukung atau memiliki kepentingan tertentu, kita juga tidak tahu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026) malam.
Selama masa kepemimpinannya, ia menegaskan, bahwa tidak ada praktik KKN dalam penempatan jabatan.
Kanwil Kemenag Banten hanya mengusulkan nama-nama terbaik, sementara keputusan akhir sepenuhnya berada di Kementerian Agama RI.
“Yang memilih itu pusat, bukan Kakanwil Banten. Kami hanya mengusulkan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” katanya.
Ia juga menjelaskan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam birokrasi, terutama jika seseorang telah terlalu lama menduduki satu posisi.
Jabatan itu memang harus dirolling. Kalau terlalu lama di satu tempat, harus ada penyegaran. Semua posisi sama saja, tidak ada yang lebih ‘enak’. Kalau kita ikhlas bekerja untuk umat, semuanya terasa nikmat,” ucapnya.
Amrullah menambahkan, pegawai yang dimutasi atau tidak lagi menduduki jabatan tertentu tidak mungkin dibiarkan tanpa penugasan, kecuali jika memiliki permasalahan serius. Namun, sejauh ini tidak ada indikasi ke arah tersebut.
Terkait tudingan kedekatan keluarga, Amrullah menegaskan dirinya justru tidak memiliki keluarga yang menduduki jabatan di Kanwil Kemenag Banten
Intan dan Hary, ia membantah hal tersebut. “Tidak mungkin dan tidak benar itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dirinya bukan orang baru di Banten dan telah memulai karir dari nol di lingkungan Kementerian Agama, sehingga memahami betul karakter dan potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada.
“Saya justru mencari orang-orang yang sudah lama, yang punya kapasitas dan bisa membawa perubahan. Pendidikan, agama, akhlak, dan moralnya harus baik. Kalau itu lengkap dan komitmennya tinggi, saya sangat bahagia,” katanya.
Menurut Amrullah, Kanwil Kemenag Banten memiliki banyak SDM berkualitas yang harus diberi kesempatan untuk berkembang agar mampu membawa nama baik dan prestasi bagi Provinsi Banten.
“Kita harus berubah dan belajar dari provinsi lain. SDM kita sebenarnya bagus, tinggal bagaimana kita menguatkan dan memaksimalkannya,” pungkasnya.
Selanjutnya terkait pegawai Kabag TU yang telah dijabat oleh M Afifi yang dituding bermasalah, Amrullah mengaku hal ini sudah selesai.
Kakanwil juga meminta wartawan agar bisa langsung menemui pegawai tersebut.
“Ini juga tidak benar dan setahu saya sudah selesai. Untuk ini ditunggu di kantor oleh Pak Afifi,” kata dia.







.jpg)



.jpg)




