- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
Funwalk HAN 2026 Satukan Anak, Orang Tua, dan Komunitas untuk Wujudkan Indonesia Ramah Anak

Keterangan Gambar : KPAI bersama lintas kementerian dan lembaga menggelar Funwalk Hari Anak Nasional 2026
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama lintas kementerian dan lembaga menggelar kegiatan Funwalk Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diikuti ratusan anak, orang tua, pendidik, serta berbagai komunitas di kawasan Epiwalk, Kuningan, Jakarta, pada Minggu (19/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, masyarakat, organisasi, hingga dunia pendidikan.
Baca Lainnya :
"Bagaimana tumbuh kesadaran dari lintas kementerian, lembaga, dan juga masyarakat bahwa kita berkolaborasi, bersinergi sehingga persoalan-persoalan anak dapat kita selesaikan bersama," ujar Arifah sebelum melepas peserta funwalk.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Selain kegiatan funwalk, rangkaian Hari Anak Nasional 2026 juga diisi dengan forum diskusi yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta harapan mereka.
Arifah menjelaskan bahwa setiap anak memiliki persoalan yang berbeda sehingga pemerintah perlu mendengar langsung suara mereka agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan.
"Kadang menurut kita seperti ini, ternyata menurut mereka berbeda. Sekaligus kita menanyakan apa solusi menurut mereka," katanya.
Dalam kesempatan itu, Arifah juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Pemerintah, lanjutnya, telah menerbitkan berbagai regulasi untuk memperkuat perlindungan anak, di antaranya Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Pelindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas) yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital, Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Keputusan Menteri Agama mengenai madrasah ramah anak, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Meski demikian, Arifah menegaskan bahwa keberhasilan berbagai kebijakan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, khususnya keluarga.
"Regulasi memang penting, tetapi yang paling utama adalah keluarga. Di keluargalah nilai-nilai ditanamkan pertama kali kepada anak-anak," tegasnya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, pemerintah berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.(AS/MP).





1.jpg)











