- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
- Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam.
- PRI Bidik Generasi Z, Budi Pramono: Anak Muda Jadi Kekuatan Partai
- Dandim 0506/Tgr Tinjau Langsung Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Koceak.
- Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri dan Komjen Wisnu Hadiningrat sebagai Wakapolri
- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
Edy Sulistiyono Mantan Caleg Gerindra Menempuh Jalur Hukum. Ini Alasannya

Keterangan Gambar : DPP Gerindra, Edy Sulistiyo berupaya untuk menempuh jalur hukum di Pengadilan Negeri Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Karena diduga mendapat putusan sepihak dari DPP Gerindra, Edy Sulistiyo ahirnya berupaya untuk menempuh jalur hukum di Pengadilan Negeri Blitar melalui kuasa hukumnya Joko Trisno Mudiyanto Dia sebelumnya adalah mantan Caleg Partai Gerindra pada Pileg 2019 di Kabupaten Blitar. yang bersangkutan karena tersandung masalah hukum kasus penipuan Edy Sulistiyo masih mendekam di penjara, melalui kuasa hukum Joko Trisno Mudiyanto Edy melayangkan gugatan perdata kepada Partai Gerindra pada Selasa (27/06/23).
Joko Trisno Mudiyanto (JTM) selaku kuasa hukum Edy Sulistiyono mengajukan gugatan perdata kepada Dewan Pimpinan Pusat DPP Gerindra, DPD Gerindra Jawa Timur, dan DPC Gerindra Kabupaten Blitar atas sangsi pemecatannya dari partai Gerindra. Selain itu Edy juga meminta hak-haknya sebagai caleg Gerindra dengan perolehan suara terbanyak ke-2 di Dapil II Kabupaten Blitar. Lewat Partai Gerindra, Edy mendapatkan 4.725 suara pada Pileg 2019 saat itu.
Baca Lainnya :
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
"Karena dianggap mencemarkan nama baik partai, Pak Edy dipecat oleh Gerindra. Tapi, beliau kan caleg dengan perolehan suara terbanyak ke-2, dia sudah berjuang, harus dihargai dong perjuangannya," kata Joko Trisno.
Joko Trisno kepada wartawan juga menjelaskan, awal dari peristiwa ini ketika anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Gerindra bernama Wasis Kunto Atmojo meninggal dunia. Almarhum Wasis terpilih menjadi anggota DPRD dengan mendapatkan 6.253 suara partai Gerindra di daerah pemilihan (Dapil) II diantaranya Sanankulon, Ponggok dan Kecamatan Srengat.
Setelah kepergiannya, Edy memiliki hak sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) selaku pemilik suara terbanyak ke-2. Namun, dirinya lebih dulu dipecat dari partai, karena terjerat kasus penipuan.
"Saudara Edy masih punya hak politik sebagai PAW, masa iya, perjuangannnya memperoleh suara itu dilupakan begitu saja. Karena pidananya dibawah 5 tahun, hak politiknya tidak dicabut," imbuh Joko.
Lebih lanjut, Joko menyebut, kliennya hanya meminta perjuangannya sebagai kader Gerindra, dihargai. Dikatakan Joko, kliennya itu telah menjadi kader Gerindra selama 15 tahun, dan sempat menjadi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
"Yang semestinya Partai lebih bijaksana karena pak Edy sejak 2008 sebagai kader militan dan pernah dijadikan sebagai Ketua PAC Kecamatan Nglegok, perjuangan selama15 tahun Dia sudah berjuang untuk partai, pak Edy hanya ingin menuntut haknya," kata Joko Trisno Mudiyanto. (za/mp)

.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)





