- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
DPRD Banten Didesak Bentuk Pansus PPDB, Forwat Tangsel Nilai Sekda Ingkar Janji

Keterangan Gambar : Forum Wartawan Tangerang (Forwat)
MEGAPOLITANPOS.COM, Tangsel-Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Atas Negeri (PPDB SMAN) yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten belum transparan. Pasalnya hampir sebulan yang lalu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten, M Tranggono berjanji akan membuka informasi kriteria atau skor hasil pengumuman PPDB 2022, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.
Hal ini menjadi sorotan Forum Wartawan Tangerang (Forwat) Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan aktivis lainnya yang tergabung di Forum Pemerhati Pendidikan (FPP) yang di bulan kemarin menggelar aksi damai menuntut transparansi skor hasil pengumuman PPDB Online. Sehari setelah aksi unjuk rasa diundang mediasi Pj Sekda di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B).
Forwat Korwil Kota Tangsel, Subaryudin mengatakan, sebulan yang lalu setelah aksi damai perwakilan aktivis besoknya diundang untuk mediasi di KP3B dan Pj Sekda Provinsi Banten, M Tranggono berjanji akan membuka kriteria atau skor hasil pengumuman PPDB sebagai bentuk transparansi informasi publik.
Baca Lainnya :
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
“Sekda Banten ingkar janji, sampai saat ini belum terealisasi, katanya sebagai bentuk transparansi informasi publik, tetapi belum juga dimunculkan, apa sih sulitnya, toh skor itukan tinggal input, masa hampir sebulan belum selesai, atau jangan jangan berpotensi buah simalakama,” sindir orang yang biasa disapa bang Yuyu melalui telepon selularnya, Minggu (21/8/2022).
Menurutnya, Pemprov Banten seharusnya memprioritaskan informasi publik sebagai kebutuhan masyarakat sesuai Undang-Undang nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik .Dirinya dan para aktivis yang tergabung di FPP akan menyurati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten untuk membentuk Panitia khusus (Pansus) penanganan persoalan kisruh PPDB yang dinilai sarat kecurangan.
“Kita bersama kawan-kawan akan memperjuangkan informasi sebagai hak masyarakat, kita akan meminta kepada DPRD Banten untuk membuat Pansus pembahasan dugaan kecurangan PPDB sesuai dengan Undang undang MD 3 tentang fungsi dewan,” tutupnya.
Dugaan Kecurangan disampaikan salah seorang Aktivis Tangerang, Saipul Basri yang merasa janggal atas tidak transparannya informasi publik yang menjadi milik masyarakat. Sepertinya Pemprov Banten diduga sengaja menutup-nutupi informasi hasil PPDB, karena terindikasi adanya permainan PPDB yang dilakukan secara sistemik, masif dan terstruktur.
"Informasi itukan menjadi hak masyarakat, kenapa hampir semua sekolah tidak mencantumkan skor dan kepala sekolah rata-rata sulit dikonfirmasi untuk dimintai keterangannya oleh wartawan, disuratin aja buat minta waktu wawancara tak mau ketemu. Persoalan PPDB yang tidak transparan akan kita dorong bersama kawan-kawan aktivis ke DPRD Banten, apabila masih juga sulit mendapatkan informasi publik, kita bersama kawan-kawan akan menggelar aksi damai kembali di Polda Banten, KP3B dan kemudian akan berlanjut sampai ke Kemendikbud dan Istana Presiden,” pungkas pria yang familiar dipanggil Marsel.(**)
















