- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
- Peredaran Narkoba Jadi Keprihatinan, Ardianto Soroti Dugaan Jaringan Narkoba hingga Wilayah Desa
- Ardianto Minta Bupati Perkuat Peran Kades dalam Pencegahan Narkoba
- Perkuat Sinergi Pertahanan Serumpun, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan PP Tentara Malaysia di Mako Kogabwilhan II
- Perkokoh Soliditas TNI, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan Kerja Danrem 091/ASN.
- Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Kootban Wilayah VII, Perkuat Sinergitas dan Koordinasi Pertahanan.
DPRD Banten Didesak Bentuk Pansus PPDB, Forwat Tangsel Nilai Sekda Ingkar Janji

Keterangan Gambar : Forum Wartawan Tangerang (Forwat)
MEGAPOLITANPOS.COM, Tangsel-Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Atas Negeri (PPDB SMAN) yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten belum transparan. Pasalnya hampir sebulan yang lalu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten, M Tranggono berjanji akan membuka informasi kriteria atau skor hasil pengumuman PPDB 2022, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.
Hal ini menjadi sorotan Forum Wartawan Tangerang (Forwat) Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan aktivis lainnya yang tergabung di Forum Pemerhati Pendidikan (FPP) yang di bulan kemarin menggelar aksi damai menuntut transparansi skor hasil pengumuman PPDB Online. Sehari setelah aksi unjuk rasa diundang mediasi Pj Sekda di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B).
Forwat Korwil Kota Tangsel, Subaryudin mengatakan, sebulan yang lalu setelah aksi damai perwakilan aktivis besoknya diundang untuk mediasi di KP3B dan Pj Sekda Provinsi Banten, M Tranggono berjanji akan membuka kriteria atau skor hasil pengumuman PPDB sebagai bentuk transparansi informasi publik.
Baca Lainnya :
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
“Sekda Banten ingkar janji, sampai saat ini belum terealisasi, katanya sebagai bentuk transparansi informasi publik, tetapi belum juga dimunculkan, apa sih sulitnya, toh skor itukan tinggal input, masa hampir sebulan belum selesai, atau jangan jangan berpotensi buah simalakama,” sindir orang yang biasa disapa bang Yuyu melalui telepon selularnya, Minggu (21/8/2022).
Menurutnya, Pemprov Banten seharusnya memprioritaskan informasi publik sebagai kebutuhan masyarakat sesuai Undang-Undang nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik .Dirinya dan para aktivis yang tergabung di FPP akan menyurati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten untuk membentuk Panitia khusus (Pansus) penanganan persoalan kisruh PPDB yang dinilai sarat kecurangan.
“Kita bersama kawan-kawan akan memperjuangkan informasi sebagai hak masyarakat, kita akan meminta kepada DPRD Banten untuk membuat Pansus pembahasan dugaan kecurangan PPDB sesuai dengan Undang undang MD 3 tentang fungsi dewan,” tutupnya.
Dugaan Kecurangan disampaikan salah seorang Aktivis Tangerang, Saipul Basri yang merasa janggal atas tidak transparannya informasi publik yang menjadi milik masyarakat. Sepertinya Pemprov Banten diduga sengaja menutup-nutupi informasi hasil PPDB, karena terindikasi adanya permainan PPDB yang dilakukan secara sistemik, masif dan terstruktur.
"Informasi itukan menjadi hak masyarakat, kenapa hampir semua sekolah tidak mencantumkan skor dan kepala sekolah rata-rata sulit dikonfirmasi untuk dimintai keterangannya oleh wartawan, disuratin aja buat minta waktu wawancara tak mau ketemu. Persoalan PPDB yang tidak transparan akan kita dorong bersama kawan-kawan aktivis ke DPRD Banten, apabila masih juga sulit mendapatkan informasi publik, kita bersama kawan-kawan akan menggelar aksi damai kembali di Polda Banten, KP3B dan kemudian akan berlanjut sampai ke Kemendikbud dan Istana Presiden,” pungkas pria yang familiar dipanggil Marsel.(**)










.jpg)





