- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
DKPP Kota Blitar dan PDHI Gelar Bakti Soial Kesehatan Hewan Piaraan Gratis

Keterangan Gambar : Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan komunitas Love Love Meong menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan hewan khususnya kucing secara gratis
MEGAPOLITANPOS.COM,Blitar - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan komunitas Love Love Meong menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan hewan khususnya kucing secara gratis, di Puskeswan baru lalu.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, kolaborasi DKPP Kota Blitar dan PDHI ini juga mengadakan layanan operasi kastrasi atau steril gratis pada kucing jantan.
M Bahroji, salah satu pecinta kucing mengaku, kegiatan itu sangat membantu para penggemar kucing. Menurutnya, para pecinta kucing kadang-kadang agak susah untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya.
Baca Lainnya :
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
"Kegiatan ini sangat membantu pecinta kucing. Kadang-kadang kami agak susah mau periksakan kucing. Karena harus antre dan janjian dulu dengan dokter," kata warga Jalan Sumba itu.
Dikatakan Bahroji, dengan kegiatan itu, para pecinta kucing bisa langsung konsultasi degan dokter hewan terkait kesehatan hewan peliharaannya.
"Kalau ada kegiatan seperti ini lumayan bagi pecinta kucing. Kami bisa konsultasi langsung terkait kesehatan kucing. Kalau diobati sendiri tidak tahu dosisnya malah bahaya," ujarnya.
Lanjutnya, pemeriksaan kesehatan kucing di sini juga gratis. Biasanya, kalau periksa sendiri minimal mengeluarkan biaya Rp 50.000.
"Kalau periksa sendiri ke klinik tergantung kondisi kesehatan kucing. Minimal sekali periksa biayanya Rp 50.000," kata dia lagi.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Blitar, Rodiyah mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan kastrasi pada kucing secara gratis.
"Kali ini ada 50 ekor kucing yang ikut pemeriksaan kesehatan dan 10 ekor kucing ikut kastrasi. Layanan kastrasi dilakukan untuk mengendalikan populasi kucing di Kota Blitar.
"Selain untuk mengendalikan populasi, kegiatan ini juga untuk mencegah penyakit hewan menular," ujarnya menambahkan.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Blitar Santoso yang berkenan hadir mengapresiasi kegiatan baksos tersebut.
"Ini sangat luar biasa karena sekaligus juga disosialisasikan gemar makan telur dan minum susu untuk asupan gizi kepada kita, khususnya bagi komunitas Love Love Meong.
Wali Kota Santoso mengapresiasi kegiatan pagi itu dimana juga dilakukan kastrasi atau pengebirian kucing jantan agar perkembangbiakan kucing bisa dikendalikan.
"Kucing itu merupakan hewan yang menyenangkan dan mengasyikkan tapi kalau populasinya cukup besar dan tidak terpelihara maka dapat menimbulkan penyakit yang bisa menular pada manusia," kata Santoso.
Menurutnya, kastrasi dilakukan supaya populasi kucing dapat dikendalikan dan tetap bisa dipelihara dengan baik. Sebab jika tidak, pemilik kucing akan kerepotan juga ketika hewan peliharaannya itu semakin banyak dan akhirnya dibuang di sembarang tempat seperti pasar dan terminal.
"Ada 10 ekor kucing jantan yang dilakukan kastrasi. Sedangkan yang diperiksa kesehatannya sebanyak 50 ekor kucing. Di sini juga disediakan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai kesehatan hewan peliharaannya," ungkap Santoso.
Pihaknya berharap, adanya layanan dan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan khususnya kucing di Kota Blitar akan terjaga kesehatannya seperti anjing, sementara masih dalam proses. Di Kota Blitar sendiri kebetulan sudah ada warga masyarakat yang peduli terhadap anjing-anjing liar.
"Semoga kegiatan ini bisa berjalan dan dikembangkan, tidak sebatas hanya terhadap kucing," pungkasnya.** (za/mp)
















