Dari Petani Ikan hingga Program MBG, Ekosistem BMT THS Tumbuh Berkat Dukungan LPDB Koperasi

By Achmad Sholeh(Alek) 22 Jul 2026, 11:33:15 WIB UMKM
Dari Petani Ikan hingga Program MBG, Ekosistem BMT THS Tumbuh Berkat Dukungan LPDB Koperasi

Keterangan Gambar : BMT THS Lombok Timur Bangun Ekosistem Usaha Syariah Berkelanjutan


MEGAPOLITANPOS.COM, Lombok Timur – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyaluran dana bergulir yang dipadukan dengan pendampingan kelembagaan. Pendekatan tersebut terbukti mampu menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan oleh Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Tunas Harapan Syantara (THS) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan dari LPDB Koperasi, BMT THS berhasil memperluas akses pembiayaan bagi anggota sekaligus membangun ekosistem usaha berbasis syariah yang menghubungkan petani ikan, distributor pakan, pengepul, hingga akses pasar dalam satu rantai bisnis yang saling menguatkan.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, mengatakan keberhasilan BMT Tunas Harapan Syantara membuktikan bahwa dana bergulir akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar apabila dikelola oleh koperasi dengan tata kelola yang baik, inovatif, dan mampu membangun ekosistem usaha anggotanya.

Baca Lainnya :

 "Pembiayaan hanyalah pintu masuk. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana koperasi bertumbuh, anggotanya semakin berdaya, usahanya berkembang, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Krisdianto.

Menurutnya, LPDB Koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra strategis melalui pendampingan kelembagaan, penguatan tata kelola, monitoring usaha, hingga peningkatan kapasitas pengurus agar koperasi tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Ketua Pengurus KSPPS BMT Tunas Harapan Syantara, Sarni, menjelaskan koperasi yang berdiri sejak 2013 itu kini berkembang menjadi koperasi syariah modern dengan fokus pada layanan simpan pinjam dan pembiayaan syariah.

Model bisnis closed loop ecosystem yang diterapkan menjadi kekuatan utama koperasi. Melalui sistem tersebut, koperasi tidak hanya membiayai petani ikan, tetapi juga distributor pakan, pengepul, hingga pelaku usaha lain dalam satu rantai bisnis sehingga tercipta siklus ekonomi yang saling menguatkan.

Saat ini sekitar 300 petani ikan tergabung dalam ekosistem tersebut dengan dukungan sekitar 10 pengepul, bahkan sebagian hasil produksinya telah memasok kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 "Bagi petani, mereka tidak lagi bingung mencari modal, membeli pakan, ataupun menjual hasil panennya. Semua sudah terhubung dalam satu sistem," kata Sarni.

Tak hanya di sektor ekonomi, BMT THS juga menggagas Pengelolaan Air Minum Dusun (PAMDUS) untuk mendukung kebutuhan air kawasan budidaya ikan. Sebagai koperasi syariah, BMT THS juga mengembangkan fungsi Baitul Maal melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Kemitraan dengan LPDB Koperasi turut meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dampaknya terlihat dari kenaikan aset koperasi yang tumbuh dari sekitar Rp10 miliar menjadi Rp18 miliar, meningkatnya simpanan anggota, serta semakin luasnya jaringan usaha.

Didukung Generasi Muda

Transformasi BMT THS juga didukung mayoritas pengurus dari kalangan milenial dan Generasi Z yang mengembangkan inovasi digital melalui aplikasi My Collector dan THS Mobile sehingga pelayanan kepada anggota menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Petani ikan Mahrip mengaku pembiayaan koperasi memberikan kepastian modal yang sesuai dengan siklus usaha budidaya ikan sehingga tidak memberatkan.

Sementara Murdini, pengepul ikan, memanfaatkan pembiayaan koperasi untuk membeli kendaraan operasional yang kini menunjang distribusi hasil laut ke berbagai pasar tradisional di Lombok.

Hal senada disampaikan Jalaluddin, peternak ayam petelur yang memelihara lebih dari 3.000 ekor ayam dengan produksi sekitar 100 tray telur per hari. Menurutnya, proses pembiayaan koperasi yang cepat dan berbasis prinsip syariah sangat membantu menjaga produktivitas usaha.

Keberhasilan KSPPS BMT Tunas Harapan Syantara menjadi bukti bahwa dana bergulir LPDB Koperasi bukan sekadar instrumen pembiayaan, melainkan katalisator yang memperkuat kelembagaan koperasi, memperluas akses usaha anggota, membangun ekosistem ekonomi rakyat yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Model pengembangan yang diterapkan BMT THS diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi koperasi di berbagai daerah untuk membangun koperasi modern yang profesional, adaptif terhadap teknologi, berlandaskan prinsip syariah, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan Indonesia.(AS/MP).




  • Danantara Tinjau PNM Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro

    🕔01:12:29, 22 Jul 2026
  • Dari Petani Ikan hingga Program MBG, Ekosistem BMT THS Tumbuh Berkat Dukungan LPDB Koperasi

    🕔11:33:15, 22 Jul 2026
  • Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani

    🕔11:46:36, 22 Jul 2026
  • Perkuat Komitmen Pelayanan Nasabah, BRI Life Hadirkan Wajah Baru Kantor Layanan di Denpasar

    🕔12:12:36, 22 Jul 2026
  • PTPN I Perkuat Tata Kelola dan Ekspansi Pasar Demi Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    🕔16:21:05, 21 Jul 2026