- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
- Wakil Ketua I DPRD H. Benny Siswanto Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Silaturahmi
- Jalin Silaturahmi Antara Legislatif dan Pemerintah, Politisi PKB Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT Ke-81 RI
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
CEO Networking 2023, BNI Dukung Sustainable Investment di Indonesia

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Sebagai bank mitra dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong implementasi sustainable finance, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI proaktif meningkatkan sustainable portofolio guna memperkuat stimulasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Institutional Banking BNI Muhammad Iqbal saat mewakili Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam sharing session CEO Networking 2023 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/11/2023). Turut hadir Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Para Direktur Utama dari Listed Company di BEI.
Iqbal memaparkan, sustainable finance BNI disalurkan untuk Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) hingga September 2023 tercatat mencapai Rp178,9 triliun atau 27% dari total portofolio kredit BNI.
Baca Lainnya :
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
Sustainable finance ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen UMKM sebesar Rp118,3 triliun, pengelolaan bisnis ramah lingkungan dan sumber daya alam hayati sebesar Rp21,5 triliun, energi baru dan terbarukan sebesar Rp10,1 triliun, pembiayaan untuk pencegahan polusi sebesar Rp3,7 triliun, serta Sustainable Portfolio lainnya sebesar Rp25,3 triliun.
Di samping itu, BNI semakin proaktif memperkenalkan pembiayaan yang berkelanjutan (sustainability linked loan). Hingga September 2023, perseroan telah menyalurkan SSL sebesar Rp4,7 Triliun kepada para pelaku industri utama di berbagai sektor, seperti agroindustri, semen dan manufaktur baja.
Iqbal menyampaikan, sesuai dengan target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission tahun 2060, BNI juga berkomitmen untuk terus mendorong sustainable finance. Perseroan terus mendorong sosialisasi penerapan ESG serta menawarkan pricing yang menarik sebagai insentif bagi seluruh mitra BNI.
"Sebagai institusi keuangan, kami ingin terus bergerak aktif dan responsif terhadap kebutuhan dan dapat beradaptasi dengan adanya perubahan dari tren ekonomi berkelanjutan ini. Kami ingin terus optimalisasi pendapatan dengan berkontribusi pada sosial masyarakat, serta secara aktif menjaga kelestarian lingkungan," katanya.
Iqbal melanjutkan Indonesia memiliki saat ini menghadapi dua situasi yaitu pertumbuhan ekonomi yang stabil di 5% dalam lima tahun ke depan dan persentase penduduk usia kerja yang berada pada tingkat 76,2%.
Agar terhindar dari middle income trap, pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita diharapkan mencapai US$14.000 sebelum 2045 melalui transisi ekonomi dari berbasis konsumsi menjadi berbasis investasi. Oleh karena itu, dia berpendapat arah kebijakan pada investasi berkelanjutan menjadi sesuatu yang amat penting untuk semakin diperkuat ke depannya.
Iqbal melanjutkan ada tiga bidang investasi yang memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan. Pertama, industri integrasi rantai pasok global mencakup sumber daya alam hilir, ekosistem kendaraan listrik, dan produk-produk berorientasi ekspor yang berbeda terutama produk otomotif, makanan dan minuman, dan elektronik.
Kedua, industri yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, antara lain sektor pertanian, usaha pariwisata, dan perdagangan jasa.
Ketiga, investasi yang mengedepankan ESG termasuk geothermal energy, ketahanan pangan dan sumber daya air, serta infrastruktur yang memperhatikan lingkungan serta transisi energi di Indonesia.
“Mengingat risiko lingkungan hidup dan perubahan iklim semakin menjadi sorotan, kami tentunya akan lebih berkonsentrasi pada sektor-sektor yang terkait dengan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya. (Reporter: Achmad Sholeh)

















